Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Badan Pusat Statistik (BPS) sudah merilis data pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2025.
Angkanya 5,33 persen. Capaian itu mampu melebihi pertumbuhan ekonomi secara nasional di tahun yang sama, yaitu di angka 5,11 persen.
Sementara untuk triwulan IV/2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,89 persen. Capaian itu jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama di angka 5,39 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur, Ibrahim mengatakan, perekonomian Jatim tahun ini diprediksi akan semakin solid dan kuat. Pertumbuhan ekonomi ditarget di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen (year on year).
“Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun ini,” ungkap Ibrahim di acara Media Briefing yang dihelat di kantor KPwBI Jawa Timur, Senin (9/2).
Lebih jauh ia menjelaskan, tiga bulan pertama di tahun ini atau triwulan I/2026, menjadi momen yang cukup penting untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi.
Sebab, di triwulan I ini terdapat beberapa momen yang mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga.
“Triwulan pertama ini ada Imlek, Ramadan hingga Idulfitri yang semuanya itu menjadi pengungkit konsumsi rumah tangga. Rumah tangga akan menaikkan konsumsi belanja mereka karena momen-momen penting itu,” jelasnya.
Hal sebaliknya akan terjadi di triwulan II dan III. Di dua triwulan tersebut relatif tak ada momen nasional yang bisa mendongkrak kegiatan rumah tangga.
“Untuk itu kami dan instansi terkait maupun pemerintah daerah terus melakukan atau menyelenggarakan event-event yang mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga,” ungkap Ibrahim.
Ia mencontohkan, di Surabaya terdapat sejumlah acara yang bisa menjadi pendongkrak ekonomi seperti sport event maupun sport tourism.
Begitu juga di Jawa Timur, diharapkan juga banyak acara maupun event wisata yang bisa mendongkrak konsumsi rumah tangga.
“Kita berharap pemerintah daerah juga bisa menjaga aktivitas ekonomi mereka dengan menciptakan event-event yang menarik,” tegasnya.
Ibrahim mengungkapkan ekonomi Jawa Timur akan semakin kuat didorong konsumsi rumah tangga yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Seiring meningkatnya keyakinan konsumen dan penjualan ritel serta adanya stimulus pemerintah.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Timur pada akhir 2025 diperkirakan berada di bawah realisasi nasional yang sebesar 123,5.
Namun untuk tahun ini diprediksi mencapai sekitar 128, sedangkan penjualan eceran diperkirakan 3 persen atau lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Tak hanya itu, Ibrahim mengatakan pemerintah pada tahun ini juga akan mendorong konsumsi rumah tangga melalui beberapa program di antaranya perpanjangan insentif PPh Final UMKM 0,5 persen serta memperpanjang insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor pariwisata hingga Desember 2026 melalui PMK 105/2025.
Selanjutnya, Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi industri padat karya yang juga diperpanjang hingga akhir 2026 serta perluasan Jaminan Kematian (JKM) Bukan Penerima Upah (BPU) pada 2026.
”Ini ada berbagai program yaitu yang bisa mendukung konsumsi, ketenagakerjaan, dan investasi,” sambungnya.
Selain konsumsi rumah tangga, ekonomi Jatim juga akan didorong dari sisi investasi yang berpotensi terakselerasi ditopang aktivitas manufaktur yang masif dan berlanjutnya proyek strategis.
Ibrahim mengatakan terdapat investasi baru di Kawasan Industri (KI)/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Terutama pasca perbaikan infrastruktur dan konektivitas di kawasan serta kenaikan target investasi.
Ia menyebutkan investasi swasta yang eksisting di Jatim di antaranya adalah sektor industri logam dasar dan barang logam yakni di Gresik dan Sidoarjo, sektor industri makanan di Pasuruan dan Jombang, pembangunan pabrik kimia dan pabrik produksi kaca di Gresik, serta pengembangan lapangan Migas Blok Cepu di Bojonegoro.
”Terkait dengan ekspor kita lihat manufaktur di beberapa negara mitra dagang utama juga masih positif dan ini kita harapkan dukungan negara mitra dagang bisa tetap kondusif dan lebih baik lagi,” pungkas Ibrahim. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI