Buka konten ini

PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam mengerahkan lebih dari 5.600 personel untuk melaksanakan gotong royong (goro) serentak melalui Gerakan Masyarakat Batam ASRI, Rabu (11/2). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh daerah melakukan pembenahan lingkungan secara menyeluruh.

Apel pencanangan Gerakan Batam ASRI digelar di Dataran K-Square, Batam Center. Dalam amanatnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan gerakan tersebut menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk memobilisasi seluruh elemen daerah melakukan penataan kota secara total.
“Pak Presiden menyampaikan agar daerah-daerah ini bersih, baik di provinsi, kabupaten, maupun kota,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, instruksi presiden menekankan agar kota-kota di Indonesia tidak lagi dipenuhi sampah, bangunan liar, kabel semrawut, maupun hal-hal yang mengganggu estetika dan kenyamanan warga.
“Tidak boleh lagi ada sampah. Tidak boleh lagi ada bangunan yang mengganggu keindahan. Tidak boleh lagi ada kabel listrik yang semrawut,” tegasnya.
Gerakan Batam ASRI dilaksanakan serentak di 12 kecamatan se-Kota Batam. Salah satu fokus utama yakni pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang, yang menjadi salah satu sumber air baku utama Batam.
“Kami masuk dari Pandan Wangi untuk membersihkan eceng gondoknya,” ujarnya.
Amsakar turut turun langsung memantau pembersihan drainase dan eceng gondok di sekitar waduk. Ia terlihat berada di lokasi bersama petugas yang mengoperasikan alat berat.
Selain waduk, gerakan ini juga menyasar kawasan pantai yang terdampak tumpahan minyak serta kiriman sampah akibat angin utara.
“Sekarang musim utara, sampah mulai masuk ke arah kita dan itu harus dibersihkan,” katanya.
Tak hanya kawasan waduk dan pantai, kegiatan bersih-bersih juga menyasar berbagai fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat, seperti kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, ruko, kawasan usaha, hotel, hingga kantor kecamatan dan kelurahan.
Drainase yang berpotensi memicu banjir turut menjadi perhatian. Termasuk dam dan sumber air yang dinilai berpengaruh terhadap berkurangnya debit air di Batam.
“Objek kita juga menyasar drainase yang menyebabkan Batam banjir, serta dam yang membuat debit air makin berkurang,” ujarnya.
Pemko Batam berencana menerbitkan edaran wali kota untuk mengatur jadwal pelaksanaan Batam ASRI secara berkala, baik mingguan maupun bulanan. Program ini akan melibatkan instansi pemerintah, swasta, sekolah, rumah ibadah, hotel, serta berbagai lokasi strategis lainnya.
Gerakan tersebut tidak hanya melibatkan ASN dan perangkat daerah, tetapi juga menggandeng BP Batam, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.
Amsakar menegaskan, gerakan ini harus menjadi semangat kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Yang diperlukan di Batam ini adalah membangun semangat kolektif. Semua orang harus membangun energi positif yang membuat kita semakin dekat dan akrab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada narasi kontraproduktif yang memecah kebersamaan.
“Kalau kita bersama dan bersatu padu, insya Allah Batam akan menjadi lebih hebat dan lebih besar lagi ke depan,” pungkasnya. (*)
LAPORAN : M SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK