Buka konten ini

BANYAK orang mengeluhkan pengeluaran harian yang terasa semakin besar. Tanpa disadari, sebagian dana yang dimiliki justru habis untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Kondisi ini kerap dipengaruhi gaya hidup konsumtif, dorongan tren media sosial, hingga strategi pemasaran yang membuat suatu produk terlihat seolah-olah penting. Padahal, fungsinya sering kali bisa digantikan dengan pilihan yang lebih sederhana dan hemat.

Pembelian impulsif umumnya dipicu emosi sesaat, bukan kebutuhan mendesak. Akibatnya, seseorang lebih mudah tergoda membeli barang yang tidak benar-benar diperlukan.
Riset American Psychological Association menunjukkan bahwa tekanan sosial dan keinginan mengikuti gaya hidup tertentu dapat mendorong perilaku belanja berlebihan.
Mengutip laman YourTango, Rabu (11/2), berikut sejumlah barang yang kerap dibeli meski tidak esensial dan berpotensi membuat keuangan cepat menipis:
1. Lilin Hias
Banyak orang membeli lilin cantik sebagai dekorasi, tetapi jarang digunakan. Akhirnya, barang tersebut hanya tersimpan tanpa fungsi nyata.
2. Gelas atau Tumbler Kopi Berlebihan
Meski sudah memiliki beberapa, sebagian orang tetap membeli model baru karena desain menarik atau tren.
3. Air Minum Kemasan Premium
Air galon atau hasil penyaringan rumah sebenarnya lebih ekonomis. Namun, air kemasan bermerek tetap diminati karena dianggap lebih praktis.
4. Langganan Streaming dan Layanan Digital
Biaya bulanan memang terlihat kecil, tetapi jika menumpuk dari beberapa platform, jumlahnya bisa signifikan.
5. Pakaian Berlebih
Budaya konsumerisme mendorong orang membeli pakaian demi mengikuti tren, meski lemari sudah penuh.
6. Barang Bermerek Terkenal
Tak sedikit konsumen membayar lebih mahal hanya karena label, padahal kualitasnya belum tentu berbeda jauh dari produk lokal.
7. Tisu Sekali pakai
Praktis, tetapi penggunaannya yang berlebihan meningkatkan pengeluaran sekaligus limbah.
8. Makanan Siap Saji
Kesibukan membuat banyak orang memilih makanan instan. Padahal, memasak sendiri cenderung lebih hemat dan sehat.
9. Peralatan Dapur Satu Fungsi
Banyak alat dapur memiliki kegunaan serupa. Variasi model dan warna sering kali menjadi alasan membeli lagi.
10. Membeli Kopi Setiap Hari
Kebiasaan membeli kopi di luar rumah tampak sepele, namun jika dihitung tahunan, nilainya cukup besar. Membuat kopi sendiri bisa memangkas biaya.
11. Produk Kecantikan dengan Fungsi Serupa
Memiliki banyak produk dengan kegunaan yang sama hanya menambah pengeluaran tanpa manfaat signifikan.
Penelitian lain dalam Journal of Marketing Research menyebutkan bahwa konsumen cenderung berbelanja barang tidak penting saat merasa stres atau ingin memperbaiki suasana hati. Belanja pun menjadi mekanisme pelarian sementara.
Pakar keuangan menyarankan agar sebelum membeli, seseorang mempertimbangkan manfaat jangka panjang serta urgensi kebutuhan. Membuat daftar prioritas dan menunda pembelian barang non-esensial selama 24 jam dapat membantu menekan pengeluaran impulsif.
Meski tidak semua barang tersebut sepenuhnya buruk, memahami kebiasaan konsumsi pribadi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan dan menghindari pemborosan yang tidak disadari. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO