Buka konten ini

LINGGA (BP) – Musim kemarau disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Lingga selama lebih dari satu bulan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik. Bahkan, dalam beberapa kejadian, kebakaran tersebut turut menghanguskan rumah warga.
Dalam dua pekan terakhir, insiden kebakaran hutan dan lahan di Lingga tercatat lebih dari 10 kali. Namun hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Kondisi ini menuai sorotan dari warga. Mereka menilai, setiap kebakaran pasti memiliki pemicu yang harus ditelusuri secara serius. Tidak menutup kemungkinan, kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia dalam mengawasi api sehingga menyebar dan membesar.
“Ada api pasti ada penyebabnya. Tidak mungkin api muncul dengan sendirinya tanpa ada yang membakar. Jika tidak ditelusuri secara jelas dan tidak ada penindakan tegas, kebakaran bisa terus berulang,” ujar Mohammad, Selasa (10/2).
Masalah kebakaran di Lingga juga diperparah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Minimnya armada Damkar membuat proses pemadaman kerap terkendala.
“Beberapa hari lalu terjadi kebakaran di Desa Tanjung Irat, tetapi petugas Damkar tidak bisa ke lokasi karena keterbatasan armada mobil pemadam dan kondisi kendaraan yang sudah tua,” ungkapnya.
Selain itu, armada mobil pemadam kebakaran milik Damkar Unit Daik Lingga saat ini tengah menjalani perbaikan dan diperkirakan baru dapat kembali beroperasi pada Maret 2026.
“Selama mobil Damkar diperbaiki, petugas menggunakan mobil tangki dari BPBD. Kalau terjadi kebakaran di waktu yang sama di lokasi berbeda, tentu akan sangat kewalahan,” tambah Mohammad.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menelusuri penyebab kebakaran secara menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti sengaja atau lalai hingga memicu kebakaran.
“Kalau memang ada unsur kesengajaan atau kelalaian, harus ditindak tegas. Jika kebakaran bisa dicegah, kenapa harus bersusah payah memadamkan dan menanggung kerugian yang besar,” pungkasnya. (***)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY