Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sekitar 11 ribu warga di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang dinonaktifkan sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, ribuan peserta yang dinonaktifkan tersebut tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Natuna, Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Nara Grace Br. Ginting, mengatakan Kabupaten Bintan menjadi daerah dengan jumlah peserta PBI yang dinonaktifkan paling banyak.
“Bintan paling banyak. Di Tanjungpinang ada 2.471 orang. Yang paling sedikit di Kabupaten Lingga, hanya beberapa saja,” ujar Nara, Selasa (10/2).
Ia merinci, khusus di Kabupaten Bintan terdapat 3.620 warga yang kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-nya dinonaktifkan sejak Februari 2025.
Menurut Nara, penonaktifan tersebut dilakukan seiring proses pemutakhiran data agar penerima bantuan iuran tepat sasaran. Terlebih, pembiayaan BPJS Kesehatan PBI bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski demikian, ia menegaskan masih banyak warga di lima kabupaten/kota tersebut yang tercatat aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI. Hingga saat ini, jumlah peserta aktif mencapai sekitar 189.599 orang.
“Paling banyak memang di Bintan, tetapi peserta PBI yang baru masuk juga cukup banyak, sekitar 1.800 orang. Karena setiap bulan selalu ada data peserta baru yang muncul,” tambahnya.
Nara menjelaskan, pihak BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan terkait kuota peserta BPJS Kesehatan PBI di masing-masing daerah. Data tersebut berada di Kementerian Sosial dan dikelola bersama dinas sosial di daerah.
Ia menambahkan, peserta yang kepesertaannya dinonaktifkan masih memiliki peluang untuk kembali aktif melalui mekanisme reaktivasi. Namun, status kepesertaan tersebut tidak dapat dijamin berlaku permanen.
“Bagi peserta yang sedang sakit, kepesertaan bisa langsung diaktifkan kembali. Namun harus dilengkapi dengan surat keterangan sakit,” pungkas Nara. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : GUSTIA BENNY