Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Pemerintah terus memperkuat sinergi dengan sektor perbankan dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat. Salah satu dukungan tersebut ditunjukkan melalui peran aktif PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan, apresiasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas kontribusinya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2).
Maruarar mencatat, kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, BRI membiayai sekitar 16 ribu unit rumah subsidi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 32 ribu unit pada 2025, atau naik hingga 100 persen, dan menjadi salah satu capaian tertinggi di antara bank penyalur KPR Subsidi nasional.
“Saya datang kesini, bertemu dengan Direktur Utama BRI Pak Hery Gunardi untuk mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Betul, saya terima kasih sekali. Artinya, ada 32 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), baik petani, nelayan, buruh, asisten rumah tangga, sopir, pengemudi ojek, dan profesi lainnya yang kini dapat memiliki rumah berkat dukungan dan kerja keras BRI,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan, pembangunan dan penyaluran kredit rumah subsidi tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Dampak tersebut dirasakan mulai dari penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi, pelaku usaha toko material bangunan, hingga jasa transportasi yang mendukung distribusi bahan bangunan.
Selain itu, Maruarar juga menyoroti pentingnya kesinambungan manfaat program perumahan melalui penguatan ekonomi keluarga. Dalam hal ini, ia menilai peran ekosistem BRI Group melalui Program PNM Mekaar sebagai pembiayaan ultra mikro turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut dinilai efektif membantu ibu rumah tangga mengembangkan usaha, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Hingga saat ini, lebih dari 2,8 juta nasabah PNM Mekaar tercatat telah naik kelas dan memperoleh akses layanan keuangan lanjutan.
“Negara hadir melalui BRI. Jadi, negara tidak membiarkan rakyatnya, tetapi negara hadir untuk membantu dan menyelamatkan, termasuk agar masyarakat terbebas dari praktik rentenir melalui akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau,” pungkas Maruarar.
Sementara itu, Direktur Utama BRI, Hery Gunadi menyampaikan BRI secara konsisten menjalankan mandat sebagai bank yang berpihak pada segmen masyarakat kecil dan mendukung penuh program strategis pemerintah.
“BRI saat ini memiliki lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kemampuan distribusi yang luas tersebut, kami dengan senang hati mendukung penyaluran berbagai program pemerintah. Kekuatan jaringan ini menjadikan BRI memiliki kesiapan ekosistem yang kuat untuk mendukung dan mempercepat implementasi program-program strategis pemerintah, termasuk di sektor perumahan,” ucap Hery.
Sepanjang 2025, BRI tercatat telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Sekitar 97 persen dari total penyaluran tersebut dilakukan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang berperan langsung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI