Buka konten ini
BATAM (BP) – Sekitar 3.000 pekerja industri dan masyarakat umum memadati lapangan bola kawasan Batamindo, Mukakuning, Sei Beduk, Minggu (8/2) pagi, untuk mengikuti jalan sehat massal dalam rangka puncak peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional ke-56 Tahun 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian Bulan K3 yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Momentum tahunan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran serta penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh sektor.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kepri Diki Wijaya mengatakan, jalan sehat itu merupakan agenda akbar setelah rangkaian kegiatan sebelumnya dimulai sejak 5 Februari.
“Alhamdulillah, hari ini adalah rangkaian akbar. Sebelumnya sudah kita mulai pada tanggal 5, dan hari ini dilanjutkan dengan jalan santai yang secara resmi dibuka oleh Gubernur,” ujar Diki kepada Batam Pos usai kegiatan.
Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi. Selain pekerja dari berbagai perusahaan di kawasan industri Mukakuning, kegiatan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum. Panitia menyediakan berbagai hadiah undian, dengan hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah yang dijadwalkan berangkat pekan depan.
“Hadiah utamanya adalah ibadah umrah dan akan diberangkatkan minggu depan,” katanya.
Menurut Diki, peringatan Bulan K3 bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi sarana kampanye keselamatan kerja di tengah masih tingginya angka kecelakaan kerja di sektor industri Batam dalam beberapa tahun terakhir.
“Inilah media yang kami bangun untuk mengingatkan semua pihak. Bulan K3 berlangsung dari 12 Januari sampai 12 Februari, dan kami mengimbau seluruh pelaku usaha benar-benar menjalankan prinsip K3. Target kita jelas, nol insiden,” tegasnya.
Ia menekankan, pembinaan dan pengawasan K3 tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan dunia industri menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan kerja.
“Jika terjadi kecelakaan kerja, sering kali disebabkan kelalaian, kurangnya verifikasi, atau kompetensi pekerja yang belum memadai. Karena itu kami terus meningkatkan literasi dan pemahaman K3, baik kepada pekerja maupun perusahaan,” jelas Diki.
Komitmen pelatihan dan penerapan K3, lanjut dia, sangat penting terutama di sektor berisiko tinggi seperti galangan kapal dan industri berat yang banyak beroperasi di Batam dan wilayah Kepri.
Terkait strategi pengawasan, Disnaker Kepri telah menjalankan sejumlah langkah konkret, mulai dari sosialisasi, seminar, pembaruan data, hingga audit dan investigasi lapangan.
“Semua itu terus berjalan. Harapannya, dengan upaya berkelanjutan ini, angka kecelakaan kerja bisa ditekan dan keselamatan tenaga kerja semakin membaik,” pungkasnya. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO