Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Keberadaan bunga langka Raflesia hasselti yang tumbuh di kawasan Bukit Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menarik perhatian masyarakat. Warga dari berbagai wilayah berdatangan untuk melihat langsung salah satu tumbuhan langka tersebut.
Raflesia hasselti dikenal sebagai bunga berukuran besar dengan aroma khas. Kemunculannya yang tidak menentu membuat kabar mekarnya bunga ini cepat menyebar di tengah masyarakat.
Namun, lokasi Raflesia tersebut tidak mudah dijangkau. Dari permukiman warga, perjalanan menuju kawasan Bukit Tabir memakan waktu hampir satu jam dengan medan yang cukup menantang.
Selain akses yang jauh, di lokasi tersebut juga belum tersedia pos penjagaan khusus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pengunjung.
Tanpa pengawasan, risiko kerusakan cukup besar, mulai dari menginjak vegetasi sekitar, membuang sampah sembarangan, hingga menyentuh atau merusak Raflesia yang sedang mekar.
Menyikapi hal tersebut, Polisi Kehutanan (Polhut) dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Kepulauan Riau melakukan pengawasan ekstra di kawasan Bukit Tabir.
Pengawasan dilakukan karena Raflesia merupakan tumbuhan langka yang dilindungi negara. Perlindungan ini diatur dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Dalam aturan tersebut ditegaskan, setiap orang dilarang merusak, memetik, atau mengambil tumbuhan yang dilindungi dari kawasan hutan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi pidana.
Polhut KPHP Kepri, Faizal Rangkuti, mengatakan patroli rutin terus dilakukan, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
“Kalau akhir pekan kami rutin masuk untuk patroli. Karena di waktu libur biasanya masyarakat banyak yang ingin melihat Raflesia,” ujar Faizal, Minggu (4/2).
Patroli bertujuan memastikan Raflesia hasselti tetap aman serta mencegah tindakan yang berpotensi merusak ekosistem di sekitarnya.
Selain patroli, Polhut juga melakukan pendekatan persuasif kepada pengunjung agar mematuhi aturan saat berwisata alam.
“Berwisata boleh, tapi tetap saling menjaga. Jangan merusak yang ada. Silakan lapor ke kami, nanti kami lakukan pendampingan untuk melihat Raflesia,” kata Faizal.
Dengan pengawasan ketat dan kesadaran bersama, Raflesia hasselti di kawasan Bukit Tabir diharapkan dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan alam Kabupaten Kepulauan Anambas. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY