Buka konten ini

(Foto Kanan) Bomber Viktor Gyokeres mencetak empat gol dalam empat laga terakhir Arsenal. Yang terbaru dua gol ke gawang Sunderland AFC di Stadion Emirates, London, kemarin (8/2). Foto: GLYN KIRK/AFP
BOMBER Arsenal Viktor Gyokeres dan playmaker Chelsea Cole Palmer dikritik masalah ketajaman musim ini. Gyokeres tak kunjung menunjukkan produktivitas seperti saat membela Sporting CP. Sementara Palmer kesulitan menemukan ritme terbaik setelah pulih dari cedera pangkal paha.
Di tengah sorotan tajam, Gyokeres dan Palmer sama-sama memberikan dampak signifikan dalam matchweek ke-25 Premier League kemarin (8/2). Dua gol Gyokeres jadi penentu kemenangan 3-0 Arsenal atas Sunderland AFC di Stadion Emirates, London.
Sementara, hat-trick Palmer membawa Chelsea unggul 3-1 atas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux.
Bersinar di Bawah Tekanan
Kembalinya Gabriel Jesus dan Kai Havertz dari cedera membuat menit bermain Gyokeres tereduksi. Penyerang berjuluk Joker itu selalu tampil dari bangku cadangan dalam dua dari tiga laga terakhir Arsenal di Premier League. Akan tetapi, di saat penuh tekanan itulah, Gyokeres memberi dampak positif.
Sebelum mencetak brace ke gawang Sunderland, penyerang 27 tahun timnas Swedia lebih dulu menyumbang satu gol saat The Gunners –julukan Arsenal- menang 4-0 lawan Leeds United pekan lalu (31/1). Total, dia sudah mencetak lima gol dalam empat laga terakhir.
”Itu karakter yang kami harapkan. Begitu mengenakan jersey, secara otomatis ada tanggung jawab besar dan ekspektasi yang sangat tinggi,” kata tactician Arsenal Mikel Arteta seperti dikutip dari Football London.
”Cara dia bersikap setiap hari, fokus hanya pada hal-hal yang harus dilakukan, serta keinginan tulus untuk selalu membantu tim meski peran apa pun,” sambung Arteta.
Selebrasi Bungkam Spekulasi
Sementara itu, Palmer mencetak dua dari tiga gol ke gawang Wolves hanya dalam rentang 25 menit. Dua di antaranya dari eksekusi penalti. Palmer sekaligus tercatat sebagai pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak tiga kali hattrick di babak pertama. Dua hattrick lain dia cetak saat menghadapi Everton (April 2024) dan Brighton (September 2024).
Setelah mencetak gol pertama, Palmer tidak melakukan selebrasi ”Cold Palmer” yang jadi ciri khasnya. Pemain 23 tahun itu justru berlari ke arah para penggemar Chelsea di tribun tandang, lalu menutup telinganya dengan kedua tangan. Lewat gestur tersebut, Palmer seolah ingin membungkam rumor yang menyebut dia bakal pergi dari Stamford Bridge.
”Semua orang suka bicara yang tidak masuk akal, kan? Saya tidak terlalu memperhatikannya. Saya merasa berada di tim yang kuat. Jadi, saya tidak peduli,” tutur Palmer kepada BBC.
Nyaman Bersama Rosenior
Produk akademi Manchester City itu pun menegaskan kenyamanannya bersama pelatih anyar Chelsea, Liam Rosenior.
”Hidup bersama Liam Rosenior itu luar biasa.Dia memberi kami semua kepercayaan diri,” ungkapnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO