Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Indonesia dan Australia resmi menandatangani Traktat Keamanan Bersama sebagai langkah memperkuat kemitraan strategis kedua negara, sekaligus menegaskan komitmen terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Penegasan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2). Menurut Prabowo, perjanjian tersebut mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing serta berkontribusi nyata bagi perdamaian kawasan.
“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujar Prabowo.
Bagi Indonesia, lanjutnya, kesepakatan itu juga sejalan dengan prinsip bertetangga baik dan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi nasional.
Albanese tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB. Kunjungan tersebut merupakan yang kelima kalinya ke Indonesia. Sebelumnya, Presiden Prabowo juga melakukan kunjungan ke Australia pada November tahun lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Albanese menegaskan arti penting Indonesia bagi Australia, baik dari sisi kemakmuran ekonomi, keamanan, maupun stabilitas kawasan. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda Indonesia.
“Dalam semangat persahabatan ini, saya menyampaikan belasungkawa Australia kepada rakyat Indonesia atas semua korban jiwa dalam tragedi banjir dan tanah longsor di Sumatera tahun lalu dan Jawa Barat bulan lalu,” kata Albanese.
Menurut Albanese, penandatanganan traktat ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November lalu. Serangkaian inisiatif kerja sama pertahanan yang disepakati menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan dan ambisi strategis kedua negara.
Kerja sama terseut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga memperkuat kontribusi Indonesia dan Australia dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik di tengah dinamika geopolitik global. (*)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO