Buka konten ini

MUSIM kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada pasokan air bersih di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Warga mengeluhkan aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri yang tersendat dalam beberapa waktu terakhir.
Air PDAM bahkan tidak mengalir hingga berhari-hari di sejumlah wilayah. Kondisi ini diperparah dengan sumur warga yang mulai mengering serta sulitnya mendapatkan air tangki akibat antrean panjang.
“Biasanya air mengalir setiap hari. Sekarang sudah tiga hari tidak keluar sama sekali. Sumur juga kering,” kata Lusiana, warga Jalan D.I. Panjaitan, Jumat (6/2).
Ia mengaku kebingungan memenuhi kebutuhan air bersih. Untuk keperluan mandi anak dan mencuci peralatan dapur, Lusiana terpaksa membeli air galon isi ulang.
“Sehari bisa habis empat galon. Kalau dihitung, sekitar Rp24 ribu sehari. Mau beli air tangki juga susah, antreannya lama,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik menjelaskan, tersendatnya pengaliran air disebabkan adanya perbaikan pipa di Jalan Gatot Subroto yang berlangsung lebih dari satu hari.
Akibat perbaikan tersebut, sejumlah kawasan terdampak, mulai dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Sei Jang, Jalan Sultan Machmud, Jalan Anggrek Merah, hingga Jalan D.I. Panjaitan.
“Perbaikan sudah selesai dan saat ini distribusi air sedang dinormalkan kembali,” kata Kholik.
Ia memastikan ketersediaan air baku masih aman. Ketinggian air di Waduk Sungai Pulai dan Waduk Gesek disebut masih dalam kondisi normal meski kemarau berlangsung cukup panjang. “Ketinggian air di Sungai Pulai masih aman, sementara Gesek masih beroperasi normal,” ujarnya.
Polisi Salurkan Air Bersih
Krisis air bersih juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan. Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Bangun Rejo, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (6/2).
Sebanyak 10 ribu liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki dan diberikan secara gratis kepada warga yang terdampak kemarau panjang.
Kanit 1 PJR Ditlantas Polda Kepri AKP Firuddin mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program *Polantas Menyapa*, sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat dalam kondisi darurat.
“Kami berupaya membantu masyarakat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, polisi juga mengimbau warga untuk bijak menggunakan air bersih dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat jika mengalami kesulitan air.
Air Langka, Usaha Laundry Kebanjiran Pelanggan
Kesulitan air bersih turut berdampak pada pola hidup masyarakat. Warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, kini lebih sering memanfaatkan jasa laundry. Kondisi ini justru membawa berkah bagi pelaku usaha.
Salah satunya dirasakan Laundrybox di Jalan Permaisuri. Operator Laundrybox, Kurnia, mengatakan jumlah pelanggan meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
“Banyak pelanggan lama yang tiba-tiba datang lagi karena di rumahnya tidak ada air,” kata Kurnia.
Jika sebelumnya lonjakan pelanggan hanya terjadi pada akhir pekan, kini hari biasa pun tetap ramai. “Sekarang hari biasa bisa buka sampai sembilan nota. Satu pelanggan bahkan bisa sampai 11 kilogram,” ujarnya.
Meski demikian, usaha laundry juga ikut terdampak. Pasokan air dari PDAM berkurang sehingga penampungan tidak terisi penuh. Pihaknya bahkan sempat membeli air tangki seharga Rp70 ribu per tangki, namun dinilai cukup memberatkan jika dilakukan rutin.
Warga Tanjunguban, Nopi, mengaku lebih memilih laundry karena air sumurnya mulai berkurang. “Air di rumah paling cukup untuk kebutuhan dasar. Kalau mencuci, ya ke laundry saja,” katanya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL – YUSNADI – SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY