Buka konten ini

BATAM (BP) – Distribusi pangan di Kepulauan Riau kian diperkuat. Perum Bulog bersama pemerintah daerah meneken hibah BMD dan kesepakatan pembangunan gudang logistik, guna menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah kepulauan.
Kerja sama yang ditekan, Kamis (6/2) di Batam ini dinilai strategis untuk menjamin kelancaran distribusi pangan, terutama bagi wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar yang selama ini bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Daerah yang telah siap melaksanakan hibah BMD kepada Perum Bulog meliputi Kabupaten Karimun, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Sementara Kabupaten Natuna, Lingga, dan Kepulauan Anambas masih berada pada tahap kesepakatan bersama yang akan ditindaklanjuti melalui proses hibah berikutnya.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan infrastruktur logistik pangan berupa gudang, mengingat sebagian besar wilayah Kepri bukan sentra produksi padi.
“Untuk daerah seperti Kepri yang bukan produsen padi, fokus utamanya adalah pembangunan gudang. Gudang ini penting agar Bulog dapat melayani kebutuhan masyarakat, terutama di pulau-pulau terluar, sehingga ketersediaan beras tetap terjaga sepanjang tahun,” ujarnya.
Sudarsono menjelaskan, untuk Kabupaten Karimun, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, proses hibah telah siap dan akan segera diajukan ke kementerian terkait untuk mendapatkan pengesahan. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan melalui tahapan uji tanah hingga konstruksi.
“Karimun dan Bengkalis pekan depan sudah kami ajukan ke kementerian. Untuk Meranti, target realisasi pembangunan dapat dimulai pada 2026. Jika ada kendala teknis, pembangunan bisa berlanjut hingga 2027,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya berupa gudang penyimpanan, tetapi juga kompleks pergudangan modern yang dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk kantor operasional petugas gudang Bulog.
Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan Pemerintah Kabupaten Natuna telah menyiapkan tiga titik lokasi di pulau-pulau berbeda untuk pembangunan gudang Bulog. Menurutnya, kesiapan lahan menjadi kunci percepatan realisasi proyek tersebut.
“Di Natuna, kami sudah menyiapkan tiga titik lokasi. Jika proses administrasi dan penyerahan lahan dapat dipercepat, kami berharap pembangunan sudah bisa dimulai pada 2026,” ujar Cen Sui Lan.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengapresiasi komitmen Perum Bulog dan pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat sistem logistik pangan di wilayah kepulauan.
“Kepri secara neraca pangan masih defisit. Hampir semua daerah belum swasembada. Dengan kondisi geografis kepulauan dan rentang kendali yang jauh, kehadiran gudang Bulog menjadi sangat strategis,” kata Luki.
Ia menambahkan, Bulog memiliki peran penting sebagai penyeimbang harga dan pengendali pasokan, terutama di tengah fluktuasi harga pangan seperti beras dan komoditas pokok lainnya.
“Bulog selama ini menjaga harga agar tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi agar biaya distribusi dari luar Kepri yang relatif tinggi bisa diimbangi tanpa memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, gudang-gudang tersebut tidak hanya difungsikan untuk penyimpanan beras, tetapi juga komoditas pangan lain seperti jagung dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah daerah berharap kerja sama ini mampu menjamin ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta pemerataan distribusi hingga ke pelosok dan pulau-pulau terluar di Kepulauan Riau. (***)
LAPORAN : YASHINTA
Editor : MUHAMMAD NUR