Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Seorang siswi kelas XII SMAN 1 Batam, Khirani Winarti, dilaporkan hilang sejak Selasa (3/2) sore. Hingga Kamis (5/2) dini hari, keberadaannya masih belum diketahui dan pihak kepolisian terus melakukan pencarian.
Laporan orang hilang tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto. Ia menyampaikan bahwa laporan dibuat oleh ayah korban setelah anaknya tidak kunjung pulang ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
“Benar, orangtua korban sudah datang melapor. Anaknya belum pulang sejak Selasa sekitar pukul 17.00 WIB,” ujar Ipda Riyanto, Kamis (5/2).
Berdasarkan keterangan awal keluarga, korban sebelumnya pamit untuk mengikuti belajar kelompok bersama teman-temannya.
Namun hingga malam hari, korban tidak kembali ke rumah. Informasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan korban sempat mengabarkan berada di sekitar Tiban Center sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, telepon genggamnya tidak lagi aktif dan tidak bisa dihubungi.
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Hingga Kamis dini hari, petugas masih melakukan pencarian serta pendalaman terkait hilangnya korban.
“Kami masih melakukan pencarian sampai sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat ini anggota masih terus bekerja,” katanya. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Selain itu, petugas juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTv) di lokasi terakhir korban terlihat.
“Kami sudah mengambil rekaman CCTv di salah satu tempat di Tiban Center, lokasi pertemuan korban dengan seorang laki-laki. Saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak yang diduga mengenal laki-laki yang mengajak korban tersebut,” jelasnya.
Pihak keluarga berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi apabila mengetahui atau melihat keberadaan Khirani Winarti. Warga yang memiliki informasi diminta segera menghubungi nomor WhatsApp 0813-6465-3303 atau 0815-3480-5126, atau melapor langsung ke Polsek Sekupang.
Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Proses pencarian dan penyelidikan sepenuhnya ditangani aparat guna memastikan keselamatan korban serta mengungkap fakta yang sebenarnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO