Buka konten ini

KARIMUN (BP) – RSUD Muhammad Sani sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten Karimun masih menghadapi keterbatasan ketersediaan sejumlah jenis obat. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien, pada bulan lalu, harus membeli obat di apotek luar rumah sakit.
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto, mengatakan belum tersedianya sejumlah obat disebabkan proses pengadaan yang masih berjalan.
“Ada ratusan jenis obat yang dibutuhkan rumah sakit. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah tersedia, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengadaan oleh distributor,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos.
Dedi menjelaskan, beberapa jenis obat yang masih dalam proses pengadaan antara lain pregabalin yang didistribusikan oleh Enseval, tablet clobazam melalui Anugerah Argon Medika, tablet omeprazole oleh Anugerah Pharmindo Lestari, serta tablet warfarin dan obat ceftriaxone injeksi yang dipasok Parit Padang Global (PPG).
Ia meminta pasien untuk memahami kondisi tersebut, mengingat pengadaan obat tidak dilakukan di Tanjungbalai Karimun, melainkan seluruhnya didatangkan dari luar daerah.
“Sebagian besar obat berasal dari Pulau Jawa dan sebagian dari Sumatra. Kami juga berupaya meminjam obat ke rumah sakit lain, meski jumlahnya terbatas karena rumah sakit tersebut juga membutuhkan stok yang sama,” jelasnya. Terkait keluhan kekosongan obat bagi pasien gangguan kejiwaan, Dedi menyebut obat-obatan tersebut juga masih dalam proses pengadaan.
“Kami berharap proses pengadaan ini segera selesai sehingga distributor dapat segera mengirimkan obat-obatan yang dibutuhkan rumah sakit,” katanya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY