Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan koordinasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menekankan pelayanan yang bersih, profesional, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Dalam koordinasi tersebut, Kanwil Kemenhaj Kepri menghadirkan Inspektur Wilayah II Kemenhaj dan Umrah RI, Ade Muhtar, untuk memberikan arahan serta masukan kepada jajaran Kanwil Kemenhaj Kepri. Kegiatan berlangsung di Tanjungpinang, Kamis (5/2).
“Koordinasi ini bertujuan memperkuat program Presiden sekaligus memastikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji, tanpa adanya praktik KKN,” ujar Ade Muhtar.
Ia menegaskan, pelayanan haji bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh jajaran Kemenhaj. Ade Muhtar menjelaskan, sejumlah persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 saat ini masih terus berjalan, salah satunya pemesanan hotel bagi jemaah di Arab Saudi. Namun, proses tersebut dinilai lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, saat Ramadan proses lelang hotel masih berjalan. Tahun ini, sebelum Ramadan sudah selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Menjelang pelaksanaan ibadah haji, Kemenhaj dan Umrah RI juga telah mengantisipasi berbagai potensi kendala, termasuk risiko jemaah meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Karena itu, Kemenhaj di daerah diminta memastikan seluruh calon jemaah haji dalam kondisi kesehatan dan fisik yang prima sebelum diberangkatkan ke Mekkah.
“Selain itu, petugas haji juga telah dibekali pelatihan semi-militer agar siap menghadapi berbagai persoalan di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Kepri, Muhammad Syafi’i, menyampaikan bahwa pada musim haji 2026 terdapat 1.076 calon jemaah haji asal Kepulauan Riau yang akan diberangkatkan ke Mekkah.
Melalui koordinasi tersebut, Syafi’i berharap penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
Ia juga mengimbau para calon jemaah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, terutama menjaga kondisi kesehatan.
“Mulailah berolahraga secara rutin. Saat pelaksanaan ibadah nanti, jaga kesehatan dan jika ada keluhan segera lapor kepada perawat atau dokter di masing-masing kloter,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY