Buka konten ini

BATAM (BP) – Cuaca panas yang melanda Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir memicu meningkatnya risiko kebakaran. Dalam dua hari berturut-turut, Rabu (4/2) hingga Kamis (5/2), sedikitnya tiga peristiwa kebakaran terjadi di lokasi berbeda—mulai dari lahan hutan di Dam Mukakuning, rumah warga di Bengkong, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur.
Kebakaran pertama terjadi di kawasan hutan Dam Mukakuning, tepatnya di pinggir Jalan Ahmad Yani, Rabu (4/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Api diduga berasal dari semak belukar di tepi jalan yang kemudian merambat cepat ke area hutan akibat kondisi lahan yang kering.
Asap tebal sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan dan menyebabkan arus lalu lintas dari arah Mukakuning menuju Batu Aji tersendat. Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas bahkan memanfaatkan sumber air dari Dam Mukakuning untuk menjangkau titik api yang telah masuk lebih dalam ke kawasan hutan.
Pada malam harinya, sekitar pukul 22.25 WIB, kebakaran kembali terjadi. Satu unit rumah di Bengkong Indah Swadebi, Blok K Nomor 05 RT 02 RW 02, Kelurahan Sadai Laut, Kecamatan Bengkong, hangus dilalap api. Rumah milik Rohiman itu ludes terbakar dan mengakibatkan pemiliknya mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangan.
Api pertama kali diketahui warga setelah terlihat menyala dari dalam rumah. Suasana sempat panik karena kobaran api cepat membesar dan dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Warga berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas.
Saksi mata, Cahyo Purnomo, mengaku melihat api sudah membubung saat berada di balkon lantai dua rumahnya di Blok J. Ia segera berteriak memberi tahu warga dan mencoba menyemprotkan air menggunakan selang. Sementara itu, Hasbi, warga lainnya, turut membantu memadamkan api setelah mendengar teriakan kebakaran.
Korban berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke jalan raya sebelum akhirnya dievakuasi warga ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan medis.
Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan. Setelah sekitar 25 menit berjibaku, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.15 WIB.
Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara, api berasal dari ruang tamu rumah korban. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Belum reda penanganan dua peristiwa tersebut, kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan TPA Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Kamis (5/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga malam hari, api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Kobaran api terlihat membesar di tengah tumpukan sampah, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan tampak dari berbagai titik di sekitar Nongsa.
Agus, warga setempat, mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. “Tahu-tahu asap sudah besar saja sejak siang,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmad Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut dugaan sementara kebakaran dipicu cuaca panas yang menyulut api di tengah tumpukan sampah.
“Api muncul sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga malam masih dalam penanganan. Mobil pemadam bolak-balik melakukan penyiraman,” katanya.
Menurut Rahmad, belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu personel Polsek Nongsa, Polres, hingga Polda Kepulauan Riau. Hingga pukul 20.00 WIB, api masih terlihat membesar di beberapa titik dan petugas gabungan terus berupaya mencegahnya meluas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, M. Hafiz, mengingatkan bahwa cuaca panas dan kering membuat api sangat mudah menyebar, terutama jika dipicu kelalaian manusia.
“Masyarakat diminta tidak membakar sampah, lahan, maupun semak belukar. Pastikan instalasi listrik sesuai standar dan jangan meninggalkan api tanpa pengawasan,” ujarnya.
Ia juga menyarankan warga menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah atau tempat usaha sebagai langkah antisipasi dini. Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Centre 112 atau pos pemadam kebakaran terdekat.
Aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, seiring cuaca panas yang diperkirakan masih berlangsung. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO