Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pemerintah Kabupaten Bintan terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani puluhan ribu siswa di berbagai wilayah Bintan.
Program MBG tersebut telah menjangkau sekitar 34.847 siswa dengan dukungan 2.819 tenaga pendidik serta 3.110 tenaga kependidikan.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan dari 12 SPPG yang beroperasi, empat di antaranya telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan Bintan.
“Dari empat SPPG tersebut, tiga sudah siap direkomendasikan, sementara satu lainnya masih perlu dilakukan perbaikan. Delapan SPPG lainnya masih dalam tahap melengkapi berkas,” ujar Ronny usai menghadiri rapat evaluasi MBG tingkat provinsi di Tanjungpinang, Kamis (5/2/2026).
Ronny yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan menegaskan, pemenuhan standar higiene dan sanitasi menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG.
“Kita harus memastikan makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong penerapan standar operasional yang ketat guna menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
Selain itu, evaluasi tingkat provinsi tersebut juga memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ronny menyebut, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan SPPG di sejumlah wilayah lain untuk memperluas jangkauan layanan, terutama di daerah yang belum terlayani secara optimal.
“Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses makanan bergizi bagi anak-anak dan mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam evaluasi tersebut, turut dibahas pemenuhan standar infrastruktur dapur, fasilitas penyimpanan makanan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penguatan tata kelola keuangan, serta ketersediaan listrik dan air bersih, khususnya di wilayah kepulauan. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY