Buka konten ini

BINTAN (BP) – Ketinggian air Waduk Sei Jago, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, terus menyusut akibat kemarau berkepanjangan. Pada Rabu (4/2), ketinggian air waduk tercatat tinggal sekitar 56 sentimeter, turun dari beberapa hari sebelumnya yang masih berada di kisaran 71 sentimeter.
Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, mengatakan penurunan ketinggian air tersebut dipicu minimnya curah hujan. “Iya, menyusut terus. Belum ada hujan,” ujarnya, Rabu (4/2).
Menyusutnya volume air memaksa PDAM kembali mengurangi jam layanan air bersih kepada pelanggan. Di wilayah Kota Tanjunguban, misalnya, aliran air yang sebelumnya mengalir sejak pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kini hanya bertahan sampai pukul 10.00 WIB.
“Daerah kota itu dari jam 4 subuh, jam 10 pagi air sudah habis,” kata Sugito.
Ia menjelaskan, PDAM tidak bisa memaksakan penyaluran air hingga siang atau sore hari karena berisiko membuat waduk lebih cepat kering. Kebijakan pengurangan jam layanan dilakukan agar pasokan air tetap bisa dibagi ke wilayah lain di Tanjunguban.
“Setelah penyaluran ke wilayah kota disetop, air dialirkan ke pelanggan di daerah lainnya,” ujarnya.
Menurut Sugito, kondisi penurunan debit air ini telah dilaporkan ke kantor pusat PDAM Tirta Kepri di Tanjungpinang. Namun, kondisi serupa juga terjadi di daerah lain karena kemarau yang merata.
“Kami sudah melapor, tapi kemarau terjadi di mana-mana. Waduk di daerah lain juga menyusut,” katanya.
Sejumlah pelanggan pun mulai mengeluhkan kondisi tersebut, terutama karena air yang biasanya mengalir hingga malam kini tidak lagi tersedia. Sugito mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
“Harus pandai mengatur pemakaian. Kalau tidak, air cepat habis,” ujarnya.
Sementara itu, warga Tanjunguban, Nopi, mengaku dampak kemarau juga dirasakan oleh warga yang tidak menjadi pelanggan PDAM. Sumur yang selama ini digunakan mulai mengering.
“Kami bukan pelanggan PDAM, pakai sumur. Sekarang sumur mulai kering,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kemarau agar kebutuhan air sehari-hari tetap terpenuhi. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY