Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Bupati Karimun Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole menghadiri taklimat Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza, Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Franata, serta Danlanal TBK Letkol Laut (P) Samuel C. Noya.
Iskandarsyah mengatakan, dalam taklimat tersebut Presiden RI menekankan persoalan pengelolaan sampah sebagai salah satu fokus utama yang harus segera ditangani oleh seluruh daerah.
“Masalah sampah saat ini tidak lagi menjadi isu nasional, tetapi sudah menjadi perhatian internasional. Sesuai arahan Presiden, setiap daerah diminta menyatakan perang terhadap sampah,” ujarnya kepada Batam Pos.
Ia menjelaskan, keberhasilan dalam pengelolaan sampah akan berdampak besar terhadap penguatan sektor pariwisata. Jika pariwisata tumbuh, maka sektor lain seperti usaha kecil, transportasi, dan ekonomi masyarakat juga akan ikut bergerak.
“Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karimun juga akan terus menggalakkan kegiatan gotong royong,” katanya.
Menurut Iskandarsyah, pengelolaan sampah di Kabupaten Karimun sebenarnya sudah menunjukkan hasil positif sejak tahun lalu. Bahkan, Gubernur Kepulauan Riau telah melihat langsung kondisi kebersihan ibu kota Kabupaten Karimun pada 31 Januari 2026.
“Alhamdulillah, persoalan sampah sudah mulai bisa kita atasi. Namun, masih ada satu hal penting yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya masyarakat yang tinggal di pesisir atau di pinggir pantai, yakni tidak membuang sampah ke laut,” tegasnya.
Ia mengingatkan, sektor wisata bahari merupakan salah satu andalan Kabupaten Karimun. Karena itu, kebersihan laut harus dijaga bersama agar potensi wisata tetap terpelihara.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai guna, seperti pupuk, sumber listrik, hingga paving blok.
“Dengan begitu, sampah rumah tangga maupun industri bisa lebih bermanfaat. Selain itu, kita juga menargetkan peningkatan PAD dari sektor pengelolaan sampah melalui retribusi,” ujarnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY