Buka konten ini

DI tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih dibayangi perlambatan pertumbuhan ekonomi, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika geopolitik internasional, kinerja perdagangan luar negeri Kota Batam justru menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Desember 2025, nilai ekspor dan impor Batam sama-sama mencatatkan pertumbuhan signifikan, mencerminkan kuatnya aktivitas industri dan perdagangan di kawasan ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat nilai ekspor Batam selama Januari–Desember 2025 mencapai US$19.612,52 juta, meningkat 21,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar US$16.087,05 juta.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan peningkatan kinerja ekspor Batam sepanjang 2025 terutama ditopang oleh pertumbuhan ekspor nonmigas yang cukup kuat.
“Jika dibandingkan Januari–Desember 2024, ekspor Batam naik 21,92 persen. Peningkatan ini terutama didorong ekspor nonmigas yang tumbuh 24,90 persen, dari US$15.106,63 juta menjadi US$18.867,81 juta,” ujar Eko, Rabu (4/2).
Secara bulanan, nilai ekspor Batam pada Desember 2025 tercatat sebesar US$1.651,89 juta, meningkat 23,12 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar US$1.341,70 juta. Kenaikan ini juga dipicu meningkatnya ekspor nonmigas yang mencapai US$1.594,45 juta atau naik 26,21 persen secara tahunan.
Sementara itu, ekspor migas pada Desember 2025 justru mengalami penurunan 26,66 persen menjadi US$57,44 juta.
Dari sisi komoditas, ekspor nonmigas Batam sepanjang Januari–Desember 2025 masih didominasi golongan mesin dan peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$9.998,80 juta, atau berkontribusi 52,99 persen terhadap total ekspor nonmigas. Komoditas lainnya yang juga memberikan kontribusi besar antara lain mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$2.311,84 juta, kapal laut (HS 89) US$1.034,74 juta, berbagai produk kimia US$951,75 juta, serta benda-benda dari besi dan baja US$886,58 juta.
Selain itu, ekspor kakao dan produk cokelat (HS 18) tercatat US$819,57 juta, minyak dan lemak hewan atau nabati (HS 15) US$751,71 juta, serta sejumlah komoditas lain seperti perangkat optik, plastik, dan bahan kimia organik.
Berdasarkan negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor terbesar Batam sepanjang 2025 dengan nilai US$5.860,33 juta atau 29,88 persen dari total ekspor. Nilai ekspor ke Amerika Serikat tersebut meningkat 44,94 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.
Negara tujuan terbesar kedua adalah Singapura dengan nilai US$4.728,38 juta atau berkontribusi 24,11 persen. Negara tujuan ekspor Batam lainnya meliputi Tiongkok, Jepang, India, Arab Saudi, Australia, Belanda, Jerman, dan Malaysia. Sepuluh negara tujuan utama ini menyumbang sekitar 78,93 persen dari total ekspor Batam sepanjang 2025.
Dari sisi pelabuhan, nilai ekspor terbesar masih melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai US$14.297,67 juta. Selanjutnya diikuti Pelabuhan Sekupang sebesar US$2.853,38 juta, Pelabuhan Kabil/Panau US$1.504,86 juta, Pelabuhan Belakang Padang US$753,39 juta, serta Bandara Hang Nadim sebesar US$97,78 juta.
Kelima pelabuhan tersebut berkontribusi 99,46 persen terhadap total nilai ekspor Batam.
Sementara itu, kinerja impor Batam juga menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang Januari–Desember 2025, nilai impor Batam tercatat US$17.646,22 juta, naik 23,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pada Desember 2025, nilai impor mencapai US$1.470,58 juta, atau meningkat 15,44 persen secara tahunan.
Impor nonmigas masih mendominasi dengan nilai US$1.456,74 juta pada Desember 2025. Sementara impor migas tercatat sebesar US$13,84 juta, atau meningkat 59,42 persen dibandingkan Desember 2024.
Komoditas impor nonmigas terbesar sepanjang Januari–Desember 2025 adalah mesin dan peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$7.706,88 juta, atau 43,91 persen dari total impor nonmigas. Dari sisi negara pemasok, Tiongkok menjadi pemasok terbesar dengan nilai US$7.100,66 juta atau 40,24 persen, diikuti Singapura, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, dan negara lainnya.
Impor Batam sepanjang 2025 terbesar masih melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai US$11.791,37 juta, disusul Pelabuhan Sekupang US$4.700,73 juta dan Pelabuhan Kabil/Panau US$569,46 juta. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : ALFIAN LUMBAN GAOL