Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Transportasi udara di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati, Tanjungbalai Karimun, kembali beroperasi setelah lebih dari satu bulan terhenti. Sejak Selasa (3/2), penerbangan perintis menggunakan pesawat C-208 Grand Caravan kembali dilayani maskapai Susi Air.
Kepala Bandara RHA Sei Bati, Subiat Wiranata Kusuma, membenarkan bahwa penerbangan angkutan udara bersubsidi tersebut telah kembali berjalan. Rute yang dilayani meliputi Tanjungbalai Karimun–Pekanbaru dan Tanjungbalai Karimun–Dabo Singkep.
“Berdasarkan jadwal yang kami terima, penerbangan dari Tanjungbalai Karimun ke Pekanbaru dilayani dua kali seminggu, setiap Senin dan Jumat, dengan waktu keberangkatan pukul 12.25 WIB,” ujar Subiat kepada Batam Pos.
Ia menambahkan, penerbangan dari Pekanbaru ke Tanjungbalai Karimun juga beroperasi pada hari yang sama, yakni Senin dan Jumat, dengan jadwal keberangkatan pukul 09.05 WIB.
Selain itu, rute Tanjungbalai Karimun–Dabo Singkep juga dilayani dua kali seminggu. Pesawat berangkat dari Tanjungbalai Karimun setiap Senin dan Jumat pukul 10.15 WIB, sedangkan penerbangan dari Dabo Singkep ke Tanjungbalai Karimun dijadwalkan pukul 11.20 WIB.
Subiat berharap kembalinya operasional penerbangan ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya yang membutuhkan akses transportasi cepat antardaerah.
Sementara itu, Kepala Teknik Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat (TOKPD) Bandara RHA Karimun, Kukuh Arjunanto, menyebutkan penerbangan perdana dari Pekanbaru mendarat di Bandara RHA Sei Bati pukul 10.14 WIB dengan membawa empat penumpang.
“Pesawat kemudian melanjutkan penerbangan menuju Dabo Singkep pada pukul 10.30 WIB,” ungkap Kukuh.
Berdasarkan data yang dihimpun Batam Pos, pesawat C-208 Grand Caravan yang dioperasikan Susi Air memiliki kapasitas 12 penumpang di luar kru. Harga tiket Tanjungbalai Karimun–Pekanbaru sebesar Rp513.400 per orang, Pekanbaru–Tanjungbalai Karimun Rp593.300, sedangkan rute Tanjungbalai Karimun–Dabo Singkep dipatok Rp457.900 dengan waktu tempuh sekitar 50 menit hingga satu jam. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY