Buka konten ini

BENGKONG (BP) – Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkong kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat memarkirkan kendaraan, menyusul terungkapnya kasus pencurian sepeda motor di kawasan pertokoan Cahaya Garden Residence, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong.
Peristiwa tersebut dialami seorang pekerja ruko yang memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna merah hitam bernomor polisi BP 3225 SQ di depan tempatnya bekerja pada Jumat (31/1) siang. Namun, saat korban keluar dan hendak meninggalkan lokasi, kendaraan yang sebelumnya terparkir sudah tidak berada di tempat.
Diduga sepeda motor ditinggalkan tanpa pengamanan tambahan dan dalam kondisi pengawasan minim, sehingga memudahkan pelaku melancarkan aksinya. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materi sekitar Rp13 juta.
Korban baru melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Bengkong pada Minggu, setelah memastikan kendaraannya benar-benar hilang.
“Kejadiannya hari Jumat dan korban membuat laporan hari Minggu,” ujar Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, Selasa (3/2).
Menurut dia, laporan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengungkapan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bengkong yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Apriadi langsung melakukan penyelidikan intensif.
Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku di kawasan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil meringkus pelaku berinisial YO, 27.
“Di lokasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Bengkong berhasil meringkus pelaku sekaligus mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban,” kata Yuli. Pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolsek Bengkong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Bengkong mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan faktor keamanan, meski hanya meninggalkan kendaraan dalam waktu singkat. Ia mengingatkan warga untuk selalu menggunakan kunci ganda, memarkir kendaraan di tempat yang aman dan terpantau, serta tidak lengah sedikit pun.
“Kejahatan sering terjadi saat korban merasa situasi dalam keadaan aman,” tegasnya. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO