Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mengantisipasi potensi penyebaran virus Nipah. Langkah pencegahan dilakukan sejak dini mengingat Anambas merupakan wilayah perbatasan dengan mobilitas orang yang cukup tinggi.
Kabupaten Kepulauan Anambas diketahui menjadi salah satu jalur perlintasan masyarakat, terutama dari Kota Batam. Selain itu, banyak kapal yacht dari luar negeri yang masuk langsung ke wilayah Anambas, sehingga potensi masuknya penyakit menular perlu diwaspadai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah.
“Kami berkoordinasi dengan Badan Karantina untuk mengawasi pintu masuk, karena banyak mobilitas dari Batam yang merupakan pintu masuk internasional,” ujar Feri, Selasa (3/2).
Menurutnya, pengawasan dilakukan terhadap penumpang yang masuk melalui jalur laut maupun udara. Pemeriksaan kesehatan serta pemantauan kondisi penumpang menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan.
Feri menjelaskan, virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan muncul di sejumlah daerah di Indonesia. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Anambas.
Virus Nipah diketahui berasal dari hewan, terutama kelelawar dan babi. Penularan dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
“Virus ini berawal dari kelelawar dan babi, termasuk konsumsi nira atau buah yang terkontaminasi oleh kelelawar,” jelasnya.
Selain penularan dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui cairan tubuh, seperti air liur. Oleh karena itu, masyarakat yang sedang sakit diimbau menggunakan masker untuk mencegah penularan.
“Penularannya hampir mirip dengan Covid-19, yang menyerang sistem pernapasan,” kata Feri.
Ia menambahkan, gejala awal virus Nipah umumnya menyerupai flu, seperti demam, batuk, dan sesak napas. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi pasien dapat memburuk.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan telah menyiapkan tenaga medis di seluruh puskesmas. Petugas diminta siaga serta memahami prosedur penanganan awal dan pelaporan cepat jika ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah ke virus Nipah.
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada virus Nipah di Anambas. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala sakit,” tutup Feri. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY