Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk melaksanakan program gentengisasi. Arahan itu disampaikan dalam taklimat nasional di hadapan para kepala daerah, Senin (2/2).
Presiden menegaskan, bangunan-bangunan di Indonesia tidak semestinya lagi menggunakan atap berbahan seng. Selain mudah berkarat, seng dinilai membuat bangunan terasa panas dan merusak keindahan lingkungan.
“Saya lihat hampir di semua kota, kecamatan, bahkan desa, terlalu banyak genteng dari seng. Seng itu panas untuk penghuni. Seng juga berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Ia menilai penggunaan seng mencerminkan kemunduran, bukan kemajuan. Karena itu, Prabowo mendorong penggunaan genteng sebagai material utama atap bangunan di seluruh Indonesia.
Ia menyebut program tersebut sebagai gerakan gentengisasi nasional. Prabowo menilai genteng mudah diproduksi karena berbahan dasar tanah dan relatif terjangkau.
“Saya ingin semua atap di Indonesia pakai genteng. Jadi, nanti ini menjadi gerakan proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya itu, Prabowo juga berencana menghadirkan pabrik genteng di Koperasi Merah Putih. Dengan demikian, program gentengisasi sekaligus diharapkan menggerakkan ekonomi koperasi dan masyarakat lokal.
Presiden menegaskan, instruksi tersebut bukan sekadar wacana. Ia menargetkan program gentengisasi rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Saya berharap dalam dua sampai tiga tahun, Indonesia tidak kelihatan karat lagi. Karat itu lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia harus bangkit, harus kuat, harus indah. Dan rakyatnya harus bahagia,” pungkas Prabowo. (*)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG