Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Warga di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai mengalami krisis air bersih setelah dilanda musim kemarau berkepanjangan sejak beberapa pekan terakhir.
Krisis air bersih tersebut terjadi di sejumlah kawasan, di antaranya Kelurahan Kampung Bugis, Senggarang, Batu 9, Jalan Batu Naga, Jalan Transito, hingga Jalan Raja Haji Fisabilillah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang pun telah menerima sejumlah permohonan penyaluran air bersih dari warga yang terdampak kemarau panjang tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Yamin, mengatakan sebagian besar warga terdampak mengandalkan sumur sebagai sumber air utama. Namun, akibat kemarau, sumur-sumur tersebut mulai mengering.
“Rata-rata warga terdampak karena sumur mereka mulai kering. Untuk menanggulangi bencana kekeringan ini, kami menyuplai air bersih,” kata Yamin, Senin (2/2).
Selain disalurkan ke rumah warga, BPBD Tanjungpinang juga menyalurkan air bersih ke sejumlah kantor pemerintah hingga rumah tahanan yang ada di Tanjungpinang.
Dalam sehari, BPBD Tanjungpinang mampu menyalurkan air bersih hingga puluhan ton. Namun, air tersebut disarankan hanya digunakan untuk keperluan mencuci dan mandi.
“Airnya memang agak keruh. Kalau untuk diminum, harus disaring dan dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara itu, Sandi, warga Jalan Transito Tanjungpinang, mengaku terpaksa membeli air bersih lantaran sumur di rumahnya mulai mengering sejak beberapa hari terakhir.
Ia menyebut harus mengeluarkan biaya Rp60 ribu untuk membeli air tangki yang hanya mampu mencukupi kebutuhan air selama beberapa hari.
“Beberapa hari ini air sudah kering. Mau tidak mau kami membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY