Buka konten ini

BATAM (BP) – Harga emas batangan kembali bergerak fluktuatif setelah sempat terkoreksi tajam pada akhir pekan lalu. Pada Senin (2/2) pukul 09.50 WIB, harga emas tercatat naik Rp167.000 per gram. Saat pembukaan perdagangan pukul 06.00 WIB, harga emas ukuran 1 gram berada di level Rp3.027.000 per gram.
Kenaikan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah harga emas anjlok pada Jumat (31/1) hingga Rp260 ribu per gram menjadi Rp2,86 juta per gram. Padahal sehari sebelumnya, emas Antam sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp3.168.000 per gram.
Penurunan drastis itu dinilai sebagai fase jenuh beli (overbought), setelah dalam beberapa bulan terakhir harga emas terus melesat signifikan. Koreksi tajam tersebut sekaligus memicu reaksi beragam di kalangan masyarakat, termasuk di Kota Batam.
Di salah satu gerai emas di Mega Mall Batam, dinamika transaksi terlihat cukup terasa. Metta, 27, warga Baloi, mengaku kini lebih berhati-hati dalam membeli emas.
“Kalau lihat pergerakannya sekarang, naik turunnya cepat sekali. Saya khawatir beli di harga tinggi, nanti turun lagi. Jadi sekarang beli sedikit-sedikit saja untuk tabungan,” ujarnya.
Menurut dia, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman dibandingkan menyimpan uang tunai. Namun, volatilitas harga yang semakin tajam membuatnya memilih strategi pembelian bertahap.
Di sisi lain, momentum harga tinggi pekan lalu justru dimanfaatkan sebagian warga untuk melepas emas dan mengambil keuntungan. Andi, salah satu staf toko emas di lokasi yang sama, mengatakan penurunan harga pada Jumat lalu sempat didahului lonjakan transaksi jual.
“Waktu harga sempat tembus di atas Rp3,1 juta per gram, banyak yang datang untuk jual dan ambil untung. Tapi setelah turun drastis, transaksi jual agak melambat. Sekarang lebih banyak yang tanya-tanya dulu,” katanya.
Ia menambahkan, belum terlihat gelombang besar masyarakat yang melepas emasnya meski ada potensi harga kembali terkoreksi. Mayoritas masih memandang emas sebagai investasi jangka panjang.
“Biasanya yang jual itu karena kebutuhan mendesak atau memang sudah target ambil profit. Kalau investor jangka panjang, mereka cenderung menahan,” ujarnya.
Fluktuasi harga emas belakangan ini dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, seperti pergerakan harga emas global, penguatan dolar Amerika Serikat, serta sentimen suku bunga. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga kembali mengalami koreksi.
Meski demikian, bagi sebagian warga Batam, emas tetap dianggap sebagai “pegangan aman” di tengah ketidakpastian ekonomi. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO