Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Memasuki tahun 2026, pasar properti Indonesia diproyeksikan berada pada fase transisi yang ditandai oleh perubahan pola permintaan, penguatan aspek keberlanjutan, serta fokus pada resiliensi jangka panjang. Di tengah laju perekonomian nasional yang bergerak agresif, pelaku industri properti dituntut untuk lebih adaptif dan selektif dalam menangkap peluang.
Dilansir propertybank, Knight Frank Indonesia memetakan arah pertumbuhan sektor properti pada 2026, dengan merilis Property Outlook Survey yang dilakukan pada akhir 2025. Survei ini menghimpun pandangan para pemangku kepentingan industri properti untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai prospek pasar, tren utama, serta tantangan yang akan dihadapi sepanjang tahun ini.
Hasil survei menunjukkan bahwa sektor properti nasional masih berada pada jalur pertumbuhan. Namun demikian, sebanyak 61% responden menilai bahwa pertumbuhan investasi properti pada 2026 diperkirakan berlangsung moderat, seiring dengan dinamika daya beli, tekanan inflasi, serta tingginya harga lahan di sejumlah kawasan strategis.
Dari sisi subsektor, Industri dan Pergudangan diproyeksikan tetap menjadi motor pertumbuhan utama. Sementara itu, subsektor rumah tapak, ritel, hotel, dan apartemen sewa diperkirakan bergerak stabil. Adapun perkantoran, vila resort, dan apartemen strata masih menghadapi tantangan dan cenderung stagnan.
Meski demikian, sudut pandang pengembang menunjukkan optimisme yang lebih luas. Selain industri dan pergudangan, hotel dan apartemen sewa juga dipandang memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan di 2026, seiring dengan pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya kebutuhan hunian fleksibel.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menilai bahwa pergeseran tren properti pada 2026 akan semakin dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, teknologi, dan keberlanjutan. “Tahun 2026 akan menjadi periode di mana pengembang perlu lebih jeli membaca kebutuhan pasar. Pengembangan mixed-use di sekitar TOD, rumah tapak di kawasan suburban, hingga transformasi ritel akan menjadi strategi penting untuk menjaga daya tarik proyek di tengah perubahan perilaku konsumen,” ujar Syarifah beberapa waktu lalu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI