Buka konten ini

LINGGA (BP) – Kapal roro KMP Senangin yang melayani penyeberangan mobil ekspedisi pengangkut kebutuhan pokok dari Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, menuju Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mulai beroperasi dua kali dalam sepekan terhitung sejak 2 Februari 2026.
Sebelumnya, KMP Senangin hanya beroperasi satu kali dalam sepekan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan kapal tidak berlayar, sehingga berdampak pada keterlambatan pasokan barang kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga.
Kondisi tersebut diperparah dengan terhentinya sementara pasokan barang dari Kota Batam. Hingga kini, belum dapat dipastikan kapan distribusi barang dari Batam kembali beroperasi normal.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, para pedagang di Lingga mengambil barang dari Provinsi Jambi meski dengan harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Batam.
Namun, kendala yang kerap dihadapi pedagang adalah terbatasnya jadwal operasional kapal roro rute Tungkal–Dabo yang sebelumnya hanya satu kali dalam sepekan dan bahkan kerap tidak berangkat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, mengatakan KMP Senangin kini resmi beroperasi dua kali dalam sepekan.
“Terhitung 2 Februari 2026, kapal roro rute Tungkal–Dabo dan Dabo–Tungkal beroperasi dua kali dalam seminggu. Jadwalnya sudah keluar,” ujar Hendry, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, penambahan jadwal operasional tersebut bertujuan untuk mencegah kelangkaan stok kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga.
“Sebelumnya rute Tungkal–Dabo hanya satu kali seminggu. Karena pasokan dari Batam sementara belum berjalan, maka jadwal roro dari Batam yang awalnya dua kali seminggu dialihkan ke rute Tungkal–Dabo,” jelasnya.
Penambahan jadwal ini, lanjut Hendry, merupakan hasil permintaan Dishub Lingga kepada pihak ASDP beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, pihak ASDP menyetujui penambahan jadwal keberangkatan kapal roro rute Tungkal–Dabo,” tambahnya.
Dengan penambahan jadwal tersebut, diharapkan pasokan barang kebutuhan pokok ke Kabupaten Lingga dapat berjalan lebih maksimal dan lancar.
“Dalam waktu dekat kita juga akan menghadapi perayaan Imlek dan bulan Ramadan. Ketersediaan barang kebutuhan pokok menjadi prioritas utama,” ungkap Hendry. Ia juga mengimbau para pedagang agar menjual barang sesuai dengan harga beli serta beban pajak yang berlaku, mengingat operasional roro Tungkal–Dabo kini sudah dua kali dalam sepekan.
“Harga barang harus disesuaikan dengan harga beli dan pajak. Memang barang dari Jambi sedikit lebih mahal dibandingkan dari Batam, tetapi masih dalam batas wajar,” pungkasnya.
Penambahan jadwal roro Tungkal–Dabo ini menjadi angin segar bagi para pedagang.
Distribusi barang diharapkan semakin lancar, sehingga pedagang tidak perlu lagi menyewa kapal kayu yang berisiko tinggi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY