Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan secara konsisten menjaga mutu Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan agar selalu memenuhi standar kualitas yang berlaku.
Peran penting dalam pengawasan mutu ini dijalankan oleh Laboratorium Kilang Balongan, yang menjadi garda penjamin kualitas (quality assurance) seluruh produk sebelum disalurkan ke pasar.
Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menyampaikan bahwa laboratorium memiliki fungsi ganda sebagai Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) bagi seluruh produk kilang.
Seluruh proses pengujian dilakukan dengan mengacu pada spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan secara konsisten menjaga mutu Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan agar selalu memenuhi standar kualitas yang berlaku.
Peran penting dalam pengawasan mutu ini dijalankan oleh Laboratorium Kilang Balongan, yang menjadi garda penjamin kualitas (quality assurance) seluruh produk sebelum disalurkan ke pasar.
Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menyampaikan bahwa laboratorium memiliki fungsi ganda sebagai Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) bagi seluruh produk kilang.
Seluruh proses pengujian dilakukan dengan mengacu pada spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.
Guna memastikan ketepatan dan keandalan hasil uji, Laboratorium Kilang Balongan menerapkan sistem kalibrasi rutin pada seluruh peralatan pengujian.
Metode yang digunakan mengacu pada standar internasional terkini seperti ASTM dan UOP, serta didukung oleh tenaga analis yang telah tersertifikasi dan memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Evaluasi metode pengujian juga dilakukan secara berkala setiap bulan.
Dalam pengembangan produk baru seperti Diesel X, laboratorium berperan sebagai penjamin mutu, bukan sebagai unit riset.
Setiap hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, khususnya untuk memastikan pemenuhan parameter krusial seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) sesuai dengan spesifikasi.
“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Zeturohmah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa dengan fungsi tersebut, Laboratorium Kilang Balongan menjadi lini terdepan dalam menjamin kualitas dan keandalan BBM, khususnya produk yang dihasilkan dari Kilang Balongan. “Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional,” ujar Baron. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI