Buka konten ini

BATAM (BP) – PT Batamindo Investment Cakrawala kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung pemerataan akses listrik melalui Program Kepri Terang. Memasuki tahun ketiga partisipasinya, perusahaan tersebut kembali ambil bagian dalam penyambungan listrik bagi rumah tangga yang belum menikmati layanan kelistrikan.
Pada tahun ini, Batamindo menyalurkan bantuan penyambungan listrik untuk sedikitnya 25 rumah tangga. Dukungan tersebut menjadi bagian dari skema kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha guna mempercepat rasio elektrifikasi di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses jaringan maupun kendala ekonomi.
General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah, mengatakan akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terlibat secara konsisten dalam program tersebut.
“Kami berkomitmen mendukung Program Kepri Terang secara berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2).
Hal senada disampaikan Manager Legal, Liaison & Licensing (LLL) Batamindo, Adhy Prasetyo Wibowo. Ia menegaskan kontribusi perusahaan dilaksanakan sesuai kerangka program yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Batamindo mendukung Kepri Terang sebagai program pemerintah. Setiap tahun kami berpartisipasi dengan fokus pada rumah tangga yang memang masuk kategori belum berlistrik,” katanya.
Keberadaan listrik dinilai berpengaruh langsung terhadap berbagai aktivitas dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, keamanan lingkungan, hingga peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, keberlanjutan program dipandang sama pentingnya dengan jumlah penerima manfaat yang dibantu.
Program Kepri Terang sendiri menyasar rumah tangga yang belum teraliri listrik. Meski rasio elektrifikasi di Kepri secara umum tergolong tinggi, pemerintah menilai masih terdapat kelompok masyarakat yang memerlukan intervensi khusus agar dapat terhubung dengan layanan kelistrikan.
Dalam pelaksanaannya, dukungan Batamindo melengkapi sumber pembiayaan lain yang berasal dari APBD, APBN, serta partisipasi badan usaha lainnya. Skema kolaboratif tersebut memungkinkan penyambungan listrik dilakukan secara bertahap, terarah, dan sesuai prioritas wilayah sasaran. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO