Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Bidang Pemadam Kebakaran pada BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang bekerja tanpa mengenal lelah sepanjang Januari. Dalam sebulan, petugas tercatat menangani 67 kejadian kebakaran di berbagai lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, melalui Kepala Bidang Damkar Hendra Hidayat mengatakan, dalam satu hari operator bisa menerima tiga hingga empat laporan kebakaran.
“Kadang siang atau sore hari terjadi kebakaran. Bahkan tengah malam pun petugas kami selalu siap menerima laporan. Pernah belum sempat kembali ke kantor, di tengah perjalanan sudah masuk laporan kebakaran lain, dan itu langsung kami tindak lanjuti,” ujar Hendra, Minggu (1/2).
Ia menyebutkan, dalam satu kali 24 jam pihaknya pernah menerima tujuh laporan kebakaran, terdiri dari tiga kejadian pada siang hari dan empat kejadian pada tengah malam. Menariknya, sejumlah lokasi kebakaran berada saling berdekatan.
Menurut Hendra, banyaknya kebakaran lahan diduga bukan semata akibat cuaca panas atau puntung rokok yang dibuang sembarangan, melainkan karena ulah oknum yang sengaja membakar tumpukan sampah atau daun kering lalu ditinggalkan.
“Kami menduga api berasal dari pembakaran sampah atau daun kering yang ditinggal. Saat angin bertiup, api menjalar ke lahan kering lain dan membesar. Kalau puntung rokok, kecil kemungkinan terjadi di tengah hutan. Bekas tumpukan yang dibakar itu sering kami temukan,” jelasnya.
Meski intensitas kebakaran cukup tinggi, personel Damkar disebut tidak pernah mengeluh. Menurut Hendra, hal tersebut sudah menjadi tugas dan tanggung jawab petugas, meski harus bekerja dengan keterbatasan armada.
“Saat ini kami hanya memiliki tiga unit mobil pemadam. Kondisinya sudah cukup tua,” ujarnya. Ia merinci, armada Damkar 01 merupakan kendaraan keluaran 2001 tanpa power steering yang kini tengah diperbaiki akibat kerusakan pada bagian matahari. Bahkan, produsen karoseri mobil tersebut sempat terkejut karena kendaraan itu masih digunakan hingga sekarang.
“Damkar 02 buatan 2007 dan Damkar 03 buatan 2015. Selain itu, kami juga memiliki dua unit mobil suplai air,” tambahnya.
Dengan jumlah kejadian kebakaran yang cukup banyak dan kondisi armada yang sudah berumur, biaya operasional pun meningkat. Salah satunya biaya bahan bakar minyak (BBM) yang nilainya mendekati puluhan juta rupiah selama Januari.
Hendra mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membakar sampah yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia juga menegaskan, tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan api. Setiap laporan masyarakat yang masuk akan direspons petugas.
“Siapa pun yang menelepon operator akan kami layani. Mulai dari evakuasi kucing beranak di plafon rumah, menarik truk terperosok, hingga membantu balita yang terkunci di dalam kamar. Semua kami lakukan dengan ikhlas,” ungkapnya.
Selain kebakaran, selama Januari petugas Damkar Kabupaten Karimun juga tercatat melakukan 30 kali evakuasi berbagai kejadian nonkebakaran. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY