Arus keluar-masuk penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center tampak menggeliat pada akhir pekan ini. Sejak Sabtu pagi (31/1), kepadatan terlihat di ruang kedatangan dan keberangkatan ferry internasional yang melayani rute Singapura dan Malaysia. Aktivitas baru mereda menjelang siang hari.
Kepala Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, mengonfirmasi peningkatan volume penumpang pada jam-jam tertentu. Menurut dia, lonjakan paling terasa terjadi pada jadwal kedatangan pagi hari.
“Penumpang yang datang pagi cukup ramai, terutama dari Singapura dan Malaysia. Tapi menjelang siang, situasinya kembali normal,” kata Pasaroan saat ditemui di pelabuhan.
Setiap hari, Pelabuhan Internasional Batam Center melayani sekitar 50 hingga 55 trip ferry internasional. Namun, operasional pelabuhan itu saat ini hanya ditopang dua ponton aktif yang digunakan untuk proses naik-turun penumpang. Kondisi tersebut membuat kepadatan tak terelakkan ketika jadwal kedatangan dan keberangkatan beririsan.
Ramainya lalu lintas penumpang di pelabuhan internasional itu sejalan dengan optimisme Pemerintah Kota Batam terhadap sektor pariwisata.
Ternyata, ramainya wisatawan ini bukan hanya di Pelabuhan Batamcenter. Di Pelabuhan Internasional Sekupang dan Harbour Bay, penumpang dari Malaysia dan Singapura juga ramai.
”Di sini memang ramai dalam beberapa hari terakhir,” ujar Winda, seorang pedagang yang ada di dalam Pelabuhan Harbour Bay.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,7 juta orang pada 2026. Target itu meningkat dibandingkan sasaran tahun sebelumnya yang berada di angka 1,5 juta kunjungan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyebut tren kunjungan wisata ke Batam terus menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Bahkan, capaian kunjungan wisman sepanjang 2025 disebut telah melampaui ekspektasi awal.
“Target 2025 sebenarnya sudah kami presentasikan. Tapi data resminya belum bisa dirilis karena masih menunggu publikasi dari Badan Pusat Statistik,” ujar Ardiwinata.
Untuk mengejar target tahun depan, Disbudpar Batam menyiapkan serangkaian agenda pariwisata berskala lokal hingga internasional. Sejumlah event unggulan dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun, mulai dari Batam Wonderfood and Art Ramadhan yang digelar selama satu bulan penuh, perayaan Chinese New Year, hingga Kenduri Seni Melayu.
Batam juga kembali menjadi tuan rumah ”Batam International Marching Band Competition”, ajang dua tahunan yang diyakini mampu menarik ribuan wisatawan. Selain itu, event Sea Eagle Boat kembali masuk kalender pariwisata 2026.
Tak hanya mengandalkan event, pemerintah daerah juga menggenjot pengembangan destinasi. Sejumlah objek wisata religi dan kawasan unggulan direvitalisasi untuk memperkuat daya tarik kota ini.
“Masjid Raja Hamidah sudah direvitalisasi dan kini tampil sangat menarik serta instagramable. Masjid Sultan dan Masjid Tanjak juga menjadi tujuan wisata religi,” kata Ardiwinata.
Di sektor wisata bahari dan hiburan, kawasan Bengkong Laut berkembang pesat dengan kehadiran berbagai beach club yang menjadi magnet baru wisatawan. Destinasi keluarga seperti Batam Zoo Paradise turut melengkapi pilihan wisata di kota industri yang terus bertransformasi menjadi gerbang pariwisata internasional itu.(***)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : Alfian Lumban Gaol