Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Cinta Alam Jadi Peluang Usaha

Dua Sepupu Ciptakan Aksesoris Batu Handmade

Siapa sangka, perjalanan menyusuri sungai dan mendaki gunung yang awalnya hanya dilakukan untuk menyalurkan hobi, justru menjadi awal lahirnya sebuah usaha aksesoris handmade. Dari pertemuan sederhana dengan batu-batu unik di alam, muncul ide kreatif yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha.

Dua orang perempuan, yang juga merupakan saudara sepupu, yang sama-sama suka menjelajah dan mencintai alam,
yaitu Azra Putri Suryenni, 23, dan Tiara Ramadhani, 25, di sanalah semuanya dimulai.
“Awalnya setiap kami lagi menjelajah, saat melewati sungai dan gunung, kami menemukan batu-batu unik,” ungkap Tiara.

Tiara bercerita, di kampusnya ia melihat banyak yang menyukai aksesoris, lalu dirinya menyarankan ke Azra untuk membuat aksesoris sebagai usaha yang bisa menghasilkan pundi pundi uang, dan di mulai pada tahun 2023, Tiara memasarkan ke teman-teman terdekat, dan banyak yang suka.

“Aku bilang sama Azra buat cari ide yang lebih unik, karena Azra pencinta batu juga, dia menyarankan batu sebagai penghias aksesoris tersebut,” terang Tiara.
Sejak saat itulah tercipta nama Diy Art Galaxy, yang memiliki arti berdasarkan dari cara produksi itu sendiri yaitu handmade, diy artinya buatan tangan, art itu seni, sedangkan galaxy merupakan bagian dari alam semesta, dan juga galaxy di usaha ini bermakna agar usaha ini besar dan mendunia.

Untuk markas utama, Galeri Diy Art Galaxy berlokasi di Pekanbaru, Jalan Semangka No 53 Sukajadi, Pekanbaru. Sedangkan untuk distribusi barang sudah berada di 3 Provinsi, yaitu Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Selain mencari bahan baku sendiri, yakni di lingkungan sekitar gunung dan pantai, keduanya juga memperoleh bebatuan dari pengrajin batu dari berbagai daerah.

“Biasanya untuk produksi bahan kita lakukan di rumah ataupun di galeri,” sebutnya.
Tiara mengaku, jurusan kuliah keduanya tidak ada hubungan dengan bebatuan, mereka belajar secara otodidak bermodalkan hobi. Batu-batu yang digunakan adalah batu kristal, batu alam, dan juga ada fosil. Menurutnya, batu-batu tersebut memiliki makna dan fungsi masing-masing, dan bisa dirasakan manfaatnya, tergantung kepercayaan orang yang memakainya.

“Kebetulan kami kuliah jurusan Kesehatan Lingkungan,” bebernya sembari terkekeh.
Tiara memberitahu, produk mereka akan selalu ada yang ready, dan keunikan dari diy art yaitu setiap produk jarang ada yang sama, karena produk di produksi sesuka hati pengrajin, dan kalau customer mau yang sama bisa di custom.

“Kalau untuk bahan di produksi hampir setiap hari, sedangkan untuk aksesoris di produksi ketika banyak yang kosong, gak mandang waktu juga, mau pagi siang sore ataupun malam, kalau ada event bahkan kita sampai jam 3 pagi-an produksinya,” terangnya.
Produk yang di produksi pun juga beragam, mulai dari cincin, gelang, kalung, dan anting.

Harganya mulai dari 20.000 sampai 500.000, tergantung jenis produk, dan batu yang paling best seller yaitu jenis tiger eyes, karena semua kalangan menyukai batu ini.
“Tidak jarang saat kami mendapatkan orderan custom dari customer, kami harus mempelajari dulu bagaimana membuat produk yang sesuai dengan permintaan,” bebernya.

Saat ini Diy Art Galaxy sudah memiliki tambahan 3 orang, sebagai tim yang membantu proses produksi maupun penjualan. Mereka juga berjualan secara offline seperti di galeri, bazar, event, dan pop up coffee shop. Serta online ada di Shopee (diy_art_galaxy) dan juga di Instagram @diyartgalaxy dan WhatsApp 082214613252.
“Kalau untuk di Batam kita ikut eventnya Batam Sunday Market di mall K-square, dan Park Avenue,” sebutnya.

Tiara menyampaikan, modal usaha yang mereka keluarkan pertama kali untuk usaha ini mencapai sekitar 25 juta, sedangkan omzet perbulannya saat ini berkisar di 20 juta. Sejauh ini, mereka sangat menikmati proses produksi itu sendiri, walaupun mereka harus menghadapi selera customer yang berbeda-beda.

“Pengen sih buka outlet di Batam, tapi masih terkendala modal, saat ini baru bisa buka stand booth kalau ada bazar di Batam,” tuturnya.
Tiara dan tim berharap, semoga secepatnya bisa memulai pasar di luar negeri, sehingga bisa membawa produk lokal keluar negeri, dan bisa open custom di sana, karena Diy Art Galaxy sendiri sudah banyak di kenal orang dari luar negeri, sehingga ini menjadi peluang yang harus di realisasikan dalam waktu dekat.
“Harapannya ingin membawa Diy Art Galaxy diberbagai Provinsi hingga mancanegara,” ucapnya di akhir perbincangan. (***)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM