Buka konten ini

ALAN Budikusuma mengapresiasi regenerasi tunggal putra Pelatnas PBSI. Itu seiring munculnya dua pemain muda, Alwi Farhan dan M Zaki Ubaidillah. “Saya melihat ada hal yang baik khususnya Alwi.
Prestasinya cukup stabil, level 500 sudah juara. Saya harap dia bisa menggantikan Ginting (Anthony Sinisuka),” ungkapnya saat diwawancarai usai Grand Opening ASNA Academy di Revo Mall Bekasi, Jumat (30/1).
Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu menyatakan, Alwi dan Ubed -sapaan Ubaidillah- adalah pemain masa depan Indonesia. “Kami lihat ini positif. Setidaknya ada bibit. Tidak mudah cari bibit. Walaupun ada pembinaan luar biasa, tapi dapat satu orang saja sudah bagus,” ungkapnya.
Alan menilai saat ini eranya jauh berbeda ketimbang saat dia bermain. Di mana, media sosial sudah sangat masif. Karenanya, dia menilai salah satu yang harus dipegang dan dimiliki atlet adalah karakter.
“Ini yang membuat seorang atlet bisa besar. Karakter nomor satu. Nomor dua tentu motivasi sebagai atlet. Karakter itu segalanya, dia akan jadi rendah hati dan kerja keras,” katanya.
Oleh sebab itu, dia menilai atlet sekarang dituntut lebih profesional. “Kita tidak bisa menghindari gadget, internet, dan lain-lain. Tapi yang paling penting adalah profesionalitas itu sendiri,” paparnya.
Alan menyebutkan, saat ini banyak negara yang secara perkembangan badmintonnya begitu masif. Di Eropa, selain Denmark yang memiliki tradisi bagus, kini muncul Prancis.
Ada dua atlet tunggal putra Prancis yang masuk dalam top ten ranking BWF. Yaitu Christo Popov (7) dan Alex Lanier (8). “Negara luar juga potensinya bisa mengejar kita. Ini yang membuat atlet Indonesia punya tantangan tersendiri,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO