Buka konten ini

JAKARTA (BP) – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan tiga skadron udara untuk mengoperasikan pesawat tempur Rafale. Hal itu disampaikan Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo.
Tiga unit pesawat tempur Rafale batch pertama untuk TNI AU telah mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada 23 Januari lalu. Ketiganya menjadi tahap awal realisasi pengadaan pesawat tempur generasi 4,5 tersebut.
Sebelum diterbangkan ke Indonesia, tiga jet tempur Rafale dengan nomor registrasi T-0301, T-0302, dan T-0303 diserahkan secara resmi oleh Dassault Aviation kepada TNI AU. Penyerahan dilakukan di fasilitas produksi Dassault Aviation di Merignac, Bordeaux, Prancis, pada 28 November 2025.
Pesawat tersebut diterima oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Tedi Rizalihadi. Kehadiran tiga Rafale itu merupakan bagian dari kontrak pengadaan 42 pesawat tempur Rafale yang ditandatangani Kementerian Pertahanan RI dengan Dassault Aviation pada Februari 2022.
“Sesuai dengan perencanaan dan kedatangan pesawat, Rafale ini tidak hanya satu skadron, tetapi kita siapkan menjadi tiga skadron,” ujar Minggit usai peringatan ulang tahun keempat Koopsudnas di Markas Koopsudnas, Jakarta Timur, Selasa (28/1).
Namun, Minggit belum memerinci skadron udara mana saja yang akan menjadi home base pesawat Rafale tersebut. Ia memastikan, salah satu skadron yang telah disiapkan adalah Skadron Udara 12 yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Penguasaan Teknologi
Pada usia Koopsudnas yang keempat, Minggit menyebut satuan tersebut mengemban sejumlah misi strategis. Di antaranya menjaga kesiapan operasi, memperkuat fungsi komando dan kendali, serta memastikan setiap keputusan berbasis pada data yang akurat.
“Kami harus selalu prima dalam penugasan dan andal dalam menjaga keutuhan nasional menuju Indonesia maju. Ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri,” katanya.
Ia berharap peringatan hari jadi Koopsudnas dapat menjadi momentum untuk memperkuat penguasaan teknologi, meningkatkan kualitas latihan, serta memperkokoh kesiapsiagaan TNI AU dalam menghadapi tantangan ke depan. (*)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK