Buka konten ini

BINTAN (BP) – Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring musim kemarau yang disertai angin kencang.
Deby menegaskan, pemilik lahan dan petani diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca panas dan angin kencang dinilai sangat rawan memicu api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
“Dalam situasi musim kemarau dan angin kencang, api akan mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” kata Deby.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melakukan pencegahan dengan segera melapor kepada camat, lurah, atau kepala desa apabila menemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Deby, jajaran pemerintah kecamatan hingga desa telah diimbau untuk mengambil langkah cepat dan terkoordinasi apabila terjadi karhutla agar tidak meluas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) bersama jajarannya memberikan edukasi serta melakukan mitigasi di wilayah masing-masing sebagai langkah pencegahan.
Imbauan ini menyusul kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, pada Rabu (28/1). Kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 14.52 WIB. Asap tebal yang ditimbulkan sempat menyebabkan jarak pandang terbatas dan kemacetan panjang di sekitar lokasi.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.50 WIB. Ia memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 5 hektare, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Panyodi kembali mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
Sementara itu, di Tanjungpinang, lahan di kawasan Jalan Daeng Kamboja, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terbakar pada Kamis (29/1) siang. Api yang melalap semak belukar hingga pepohonan itu nyaris merambat ke rumah warga.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Salah seorang warga, Lina, mengaku terkejut saat melihat kepulan asap tebal dari lahan kosong di belakang rumahnya.
“Kejadiannya sangat cepat, mungkin karena angin. Saya lihat semak-semak dan pohon di belakang rumah sudah terbakar,” kata Lina di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, awalnya api muncul dari lahan kosong yang masih berjarak dari rumah. Namun, kobaran api terus merembet hingga nyaris membakar bagian dapur rumahnya.
Dengan sigap, Lina langsung mengemasi barang-barang berharga seperti surat-surat penting, uang tabungan, dan pakaian. “Saya sudah siap-siap pakai koper karena apinya besar. Untung petugas damkar cepat datang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemadam Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (DPKP) Tanjungpinang, Derry Ambari, mengatakan sekitar lima hektare lahan terbakar dalam peristiwa tersebut. Petugas menerjunkan dua armada pemadam kebakaran ke lokasi.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala medan yang sulit dijangkau mobil pemadam serta minimnya sumber air di sekitar lokasi.
“Di lokasi belum tersedia hidran. Karena itu, kami meminta bantuan BPBD Kota Tanjungpinang dan BPBD Provinsi Kepri untuk mendatangkan suplai air,” ujarnya.
Derry menduga kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Percikan api yang terbawa angin kemudian merambat dan membakar lahan di sekitarnya.
“Diduga percikan api terbawa angin dan kemudian membakar lahan,” pungkasnya. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto – Mohamad Ismail
Editor : GUSTIA BENNY