Buka konten ini

BOGOR (BP) – Kurniahu Tjio Kay Kie atau Kurniahu Gideon meninggal dunia di usia 66 tahun. Kabar itu disampaikan akun Gideon Badminton Academy (GBA), klub yang didirikan dan dibina Kurniahu di Instagram kemarin (29/1).
”Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” unggah akun GBA. ”Dedikasi, ketulusan, dan jasa beliau dalam membangun serta membina GBA akan selalu kami kenang dan menjadi inspirasi bagi kami semua,” sambungnya.
Pemikiran Kurniahu buat badminton Indonesia tak pernah padam. Nama Kurniahu tercatat sebagai Ketua PBSI Pengkot Jakarta Selatan periode 2024–2028. Sebelumnya dia juga pernah masuk dalam daftar penasihat tim Ad Hoc untuk Olimpiade Paris 2024.
Selain itu, ayah dari mantan ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon, tersebut diketahui memang selalu berfokus pada keberlangsungan pemain muda. Ketika tidak lagi di PB Tangkas, Kurniahu mengajak Marcus untuk mendirikan GBA pada Oktober 2021. Misinya adalah mencetak pemain untuk bisa masuk Pelatnas PBSI Cipayung serta membela merah putih di ajang internasional.
”Ya, kita tetap bantu mengorbitkan pemain supaya bisa ke pelatnas,” ungkap Kurniahu waktu itu. Mimpi yang didambakan Kurniahu untuk meloloskan atletnya ke pelatnas menuai hasil melalui ganda campuran M. Nawaf Khoiriansyah/Luna Rianty Saffana pada rekrutmen akhir 2024.
Kini, sosok juru taktik yang dikenal melatih dengan senyap dan tanpa pamrih itu berpulang. Namun, pemikiran dan pembelajaran yang diberikan tak pernah mati dan selalu hidup dalam ingatan. Selamat jalan, Coach Kurniahu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO