Buka konten ini

PENJUALAN tiket pesawat untuk arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan tren peningkatan, dengan tingkat keterisian penumpang pada sejumlah rute favorit dari Batam terpantau cukup tinggi.
Maskapai Lion Air Group mencatat lonjakan pemesanan paling signifikan terjadi pada rute Batam–Padang dan Batam–Jakarta. Pada beberapa jadwal penerbangan, tingkat keterisian bahkan dilaporkan sudah hampir memenuhi kuota yang disediakan.
Area Manager Lion Air Group Kepulauan Riau, Amar Fernando, mengatakan, peningkatan permintaan tiket mulai terlihat sejak memasuki periode menjelang Lebaran. Hal ini seiring dengan pergerakan masyarakat yang memilih mudik lebih awal.
“Untuk Padang dan Jakarta keterisiannya sudah cukup tinggi. Bahkan ada beberapa jadwal yang sangat cepat meningkat, ada yang hampir terpenuhi kuotanya,” kata Amar, kemarin.
Menurut Amar, tingginya minat masyarakat tersebut dipicu kebutuhan untuk berkumpul bersama keluarga dan menjalankan tradisi Lebaran. Meski demikian, ia memastikan tidak ada kebijakan kenaikan harga tiket secara khusus menjelang hari raya.
“Kalau kenaikan harga sebenarnya tidak ada. Dari awal kami tidak pernah menaikkan tarif. Yang terlihat tinggi itu lebih karena fluktuasi sistem penjualan tiket,” ucapnya.
Ia menjelaskan Lion Air Group menerapkan sistem tarif berjenjang atau tier pricing, yakni penjualan tiket dimulai dari kelas tarif terendah hingga tertinggi. Seiring menipisnya ketersediaan kursi, harga tiket akan mengikuti kelas tarif berikutnya sesuai ketentuan.
“Kami menjual tiket dari skala tarif bawah, misalnya dari level dua atau tiga. Semakin mendekati tanggal keberangkatan dan kursi semakin penuh, otomatis masuk ke tarif yang lebih tinggi. Namun, batas tertingginya sudah ditentukan dan tidak ada kenaikan di luar itu,” ujar Amar.
Ia menambahkan, harga tiket masih berpotensi lebih terjangkau apabila kembali ada intervensi atau program subsidi dari pemerintah, seperti yang pernah diterapkan pada musim mudik Lebaran tahun sebelumnya.
“Kalau nanti ada program pemerintah seperti tahun lalu, bisa saja tiket lebih murah. Itu bukan karena tarif dasar turun, tetapi karena adanya bantuan dari pemerintah yang melibatkan maskapai, Kementerian Perhubungan, dan pengelola bandara,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik dan arus balik Lebaran, Lion Air Group juga menyiapkan rencana penambahan penerbangan atau extra flight. Biasanya, peningkatan trafik penumpang terjadi sejak H-4 hingga H+7 Lebaran.
“Untuk Lebaran, kecenderungannya pasti akan dibuka extra flight. Trafik biasanya cukup tinggi mulai H-4, H-5 sampai H+7,” katanya.
Selain itu, Amar memastikan ketentuan bagasi gratis masih tetap berlaku bagi penumpang Lion Air Group.
“Bagasi tercatat tetap 10 kilogram dan bagasi kabin 7 kilogram,” ujarnya. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO