Buka konten ini

BINTAN (BP) – Ketinggian air Waduk Sei Jago yang berada di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, terus mengalami penyusutan signifikan. Saat ini, ketinggian air waduk hanya tersisa sekitar 71 sentimeter, turun drastis dari sebelumnya mencapai 3 meter.
Penyusutan volume air tersebut terjadi sejak memasuki musim kemarau, dengan penurunan rata-rata sekitar 5 sentimeter per hari.
Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, mengatakan kondisi ini memaksa pihaknya mengurangi jam pelayanan distribusi air kepada pelanggan.
“Dari sebelumnya ketinggian air sekitar 3 meter, sekarang tinggal 71 sentimeter. Karena itu, jam pendistribusian air ke pelanggan terpaksa kami kurangi,” ujar Sugito, Rabu (28/1).
Pengurangan jam distribusi dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di waduk agar tetap dapat melayani sekitar 2.960 pelanggan aktif PDAM Tirta Kepri di wilayah Tanjunguban.
Saat ini, pendistribusian air ke wilayah Tanjunguban Kota hanya berlangsung mulai pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal sebelumnya, aliran air bisa dinikmati pelanggan hampir selama 24 jam.
Selain faktor musim kemarau, Sugito menyebut penyusutan air waduk juga diperparah oleh kebocoran pada struktur waduk.
“Upaya penahanan sudah kami lakukan agar air tidak banyak terbuang, tetapi titik kebocoran justru meluas ke beberapa bagian lain,” katanya.
PDAM Tirta Kepri, lanjut Sugito, juga telah melakukan perbaikan pada dinding waduk. Namun, hingga kini belum memberikan hasil yang signifikan.
“Kebocoran ini sudah lama terjadi dan sudah kami laporkan ke pusat dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun aset waduk ini milik provinsi, sehingga penanganannya kembali menjadi tanggung jawab provinsi,” jelasnya.
Ia berharap kebocoran Waduk Sei Jago dapat segera ditangani agar krisis air bersih di Tanjunguban tidak berkepanjangan. Sugito juga mengimbau pelanggan PDAM untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
“Kami mengajak masyarakat menggunakan air seperlunya agar semua pelanggan tetap bisa terlayani,” ujarnya.
Sementara itu, Maman, salah satu pelanggan PDAM Tirta Kepri di Tanjunguban, mengeluhkan kualitas air yang mengalir ke rumahnya sejak musim kemarau.
“Airnya sangat keruh. Sudah kami saring, tapi memang tetap keruh,” kata Maman.
Akibat kondisi tersebut, ia harus membersihkan tangki air lebih sering dari biasanya.
Menurutnya, kualitas air Waduk Sei Jago sudah kurang layak untuk dialirkan ke pelanggan, terutama di musim kemarau.
Ia berharap PDAM Tirta Kepri dapat mencari alternatif sumber air baku lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. “Mungkin bisa bekerja sama dengan SPAM di Lobam yang air bakunya masih melimpah,” sarannya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY