Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Klaim properti bebas banjir menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli. Namun, janji manis pengembang seringkali tak sesuai kenyataan. Banjir kini meluas, tak hanya Jakarta, tapi juga daerah sekitarnya. Konsumen perlu waspada dan teliti sebelum memutuskan membeli properti.
Dilansir infonasional, Pengamat properti sekaligus Presiden Direktur ERA Indonesia, Ir. Darmadi Darmawangsa, memberikan beberapa tips penting bagi calon konsumen.
Langkah pertama, konsultasikan dengan agen properti terpercaya yang memahami area perumahan. Pastikan agen tersebut independen dan tidak berafiliasi dengan pengembang.
Selanjutnya, survei langsung lokasi perumahan. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari berbagai sumber, mulai dari tetangga, satpam, tukang bangunan (jika rumah belum selesai), hingga warga sekitar yang telah lama tinggal di sana.
Untuk pembeli yang enggan bertanya langsung, periksa kondisi fisik bangunan. Rumah yang pernah terendam banjir biasanya meninggalkan bekas garis air di dinding.
”Jangan membeli rumah yang lokasinya dekat dengan sungai, dataran rendah, dan yang kondisi selokannya atau irigasinya kurang memadai,” kata Ir. Darmadi.
Cari tahu rekam jejak pengembang. Telusuri proyek-proyek perumahan yang telah mereka bangun sebelumnya dan evaluasi keberhasilannya.
Pengecekan Tambahan
Pengamat properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management, Dr. Steve Sudijanto, menyarankan calon pembeli untuk bertanya langsung kepada pihak RT/RW, lurah, hingga camat mengenai kondisi area tersebut. Konfirmasikan apakah wilayah tersebut benar-benar bebas banjir atau tidak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI