Buka konten ini
New Delhi (BP) – Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan media yang menyebut adanya lima kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, dengan menegaskan bahwa hingga kini hanya dua kasus yang terkonfirmasi secara resmi.
Dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (27/1), kementerian menyebut beredar angka spekulatif dan tidak akurat terkait penyakit Virus Nipah (NiVD) di sejumlah media.
Berdasarkan laporan yang diterima dari National Centre for Disease Control (NCDC), hanya dua kasus terkonfirmasi yang dilaporkan di Benggala Barat sejak Desember tahun lalu hingga saat ini.
Kementerian itu menegaskan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian telah mengambil seluruh langkah kesehatan masyarakat yang diperlukan di wilayah terdampak, termasuk memperketat pengawasan epidemiologis serta meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium.
Sebanyak 196 orang yang memiliki kontak erat dengan dua pasien terkonfirmasi telah berhasil diidentifikasi, ditelusuri, dipantau, dan menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Hingga saat ini, seluruh kontak yang berhasil dilacak tidak menunjukkan gejala dan hasil tes mereka negatif untuk Virus Nipah,” kata kementerian tersebut.
Otoritas kesehatan India juga mengimbau masyarakat agar hanya mengandalkan informasi resmi dan terverifikasi dari pemerintah terkait perkembangan virus Nipah. “Belum ada tambahan kasus Virus Nipah yang terdeteksi sejauh ini,” tegas kementerian itu dalam pernyataannya.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul laporan surat kabar Independent pekan lalu yang menyebut otoritas India tengah berupaya menahan wabah virus Nipah mematikan yang diduga telah menginfeksi lima orang, sementara sekitar 100 orang lainnya dikarantina.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia, dengan tingkat kematian yang tinggi dan hingga kini belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus.
Virus Nipah terutama ditularkan oleh kelelawar buah atau kalong, dengan penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui hewan domestik.
India sebelumnya telah melaporkan empat wabah virus Nipah, masing-masing di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di Negara Bagian Kerala pada 2018 dan 2019, yang mendorong pemerintah meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap penyakit zoonosis tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY