Buka konten ini

PONOROGO (BP) – Polres Ponorogo memburu A, 30, terduga pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya, Nuraini, 55, warga Desa Golan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Senin (26/1). Polisi menduga motif pembunuhan dilatarbelakangi dendam.
Saat ini, terduga pelaku diketahui melarikan diri ke wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya pengejaran terus dilakukan aparat kepolisian.
Putra ketiga korban, Muhamad Gilang, mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, A sempat datang ke rumahnya di Desa Carat, Kecamatan Kauman, pada Senin (19/1). Dalam pertemuan itu, A mengaku menyimpan rasa kesal dan dendam terhadap ibunya.
“Kakak sempat curhat, katanya kesal dan dendam sama ibu. Tapi saya kira itu hanya luapan emosi biasa,” ujar Gilang.
Gilang mengaku tidak menyangka kakaknya akan bertindak sejauh itu. Pasalnya, selama sekitar 15 tahun terakhir, A merantau ke Bali dan jarang pulang ke Ponorogo.
“Kalau pulang biasanya tidak lama. Tapi sekitar tiga bulan terakhir ini memang lebih lama tinggal di Sukorejo,” jelasnya.
Selain itu, A juga sempat mengunggah sejumlah tulisan di media sosial yang menyinggung persoalan keluarga. Gilang membenarkan bahwa unggahan tersebut berkaitan dengan konflik A dan ibunya.
Luka Sayatan Jadi Penyebab Kematian
Sebelumnya, Nuraini ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya. Korban diketahui tinggal bersama A selama sekitar tiga bulan terakhir. Hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka akibat benda tumpul di kepala serta luka sayatan di bagian leher.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, luka sayatan di leher korban tergolong dalam dan menjadi penyebab utama kematian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan meninggal dunia pada Sabtu (24/1).
“Luka sayatan di leher cukup dalam dan itu yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Imam.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, A mengarah kuat sebagai terduga pelaku pembunuhan.
“Terduga pelaku masih dalam pencarian. Informasi sementara berada di wilayah Gunungkidul,” katanya.
Imam menjelaskan, dugaan tersebut diperkuat laporan warga Gunungkidul pada Senin (26/1) malam. Warga melaporkan adanya seorang pria asal Ponorogo yang meninggalkan sepeda motor, pisau, kapak, serta kunci gembok.
Polisi kemudian mencocokkan kunci tersebut dengan gembok di rumah korban. Hasilnya, kunci dinyatakan identik.
“Terduga pelaku meminta agar barang-barang itu diserahkan ke polisi. Sementara dia mengaku hendak melakukan perjalanan jauh,” paparnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera melapor ke aparat terdekat. (*)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK