Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas resmi memulai pembangunan Gedung Serbaguna Kecamatan Kute Siantan, Selasa (27/1). Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng.
Gedung serbaguna ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari rapat, musyawarah, kegiatan sosial, hingga aktivitas kepemudaan di Kecamatan Kute Siantan.
Menariknya, pembangunan gedung tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan pihak swasta, khususnya perusahaan migas yang beroperasi di wilayah tersebut. Skema kolaborasi ini dipilih di tengah kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan pembangunan gedung serbaguna inimerupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini belum memiliki fasilitas representatif untuk berkegiatan bersama.
“Sejak Kute Siantan menjadi kecamatan, belum ada gedung yang bisa menampung masyarakat untuk berkegiatan. Ini kebutuhan dasar yang harus kita penuhi,” ujar Aneng.
Aneng mengakui, dalam setahun terakhir kondisi kas daerah masih mengalami tekanan.
Situasi tersebut berdampak pada terbatasnya kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan sejumlah program pembangunan.
“Kondisi kas daerah kita memang masih oleng. Karena itu, kami memilih jalan kolaborasi dengan pihak swasta dibandingkan harus berutang ke bank. Kolaborasi ini jauh lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Aneng.
Menurut Aneng, keterlibatan perusahaan migas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat.
“Pembangunan ini membuktikan bahwa dengan kerja sama, kebutuhan masyarakat tetap bisa kita jawab meskipun kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya pulih,” tambah Ketua Partai Demokrat Kepri tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kute Siantan, Yuliana, mengatakan pembangunan Gedung Serbaguna Kecamatan Kute Siantan telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.
Menurutnya, gagasan pembangunan gedung tersebut sebenarnya telah dirintis sejak 2023. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
“Selama ini banyak kegiatan masyarakat yang terkendala karena belum ada gedung yang memadai. Banyak agenda harus dilaksanakan secara terbatas atau berpindah-pindah tempat,” ujar Yuliana.
Dengan dimulainya pembangunan gedung serbaguna pada 2026, Yuliana berharap seluruh kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal dan terpusat.
“Kami berharap rapat, musyawarah, kegiatan sosial, pelatihan, hingga aktivitas kepemudaan bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.
Yuliana menambahkan, Gedung Serbaguna Kecamatan Kute Siantan akan dibangun di atas lahan hibah dari masyarakat setempat dengan luas sekitar 23 x 23 meter.
Pembangunan gedung tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp1 miliar yang bersumber dari dana CSR perusahaan migas serta kolaborasi dengan pemerintah daerah. Gedung ini diharapkan dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat Kute Siantan. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY