Minggu, 25 Januari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Memulai Usaha di Bangku Sekolah

Smolly Molie Handcraft by Cila

Asyila Noura Zeiza, owner Smolly Molie, di acara bazar sekolah. Foto-foto: TIA CAHYA NURANI untuk Batam Pos

Untuk membuka usaha, tidak ada patokan usia, siapa saja bisa mencoba. Selagi punya tekad dan keberanian, kemudahan akan menemukan jalannya, seperti Cila, siswa kelas 2 SMA yang membuat usaha handcraft.

MERINTIS usaha di usia yang masih terbilang cukup muda, Asyila Noura Zeiza, atau biasa dipanggil Cila, seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun, kini tengah menjalani usaha rumahan sebagai pengisi waktu luangnya, di tengah gempuran tugas sekolah, les, dan kegiatan sekolah lainnya.

“Buka usaha udah dari 14 tahun, waktu masih kelas 1 SMA,” bebernya.

Awalnya, ide jualan handcraft terbesit untuk menambah uang jajan, bermula dari jualan ke teman-teman di sekolah, dan ternyata mendapat respon positif, banyak yang suka, sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya hingga hari ini.

Berbagai handcraft yang dijual di Smolly Molie.

Saat ini Cila duduk di bangku SMA, tepatnya di SMA Negeri 3 Batam, kelas 2, ia bercerita, biasanya ia membuat orderan sepulang sekolah, itupun saat sedang tidak ada jadwal les atau ekskul di sekolahnya.

“Biasanyaa minta waktu 2-3 harian untuk bisa selesai dan dikirim, karna liat jadwal les dan ekskul juga,” paparnya.

Cila menamai usahanya dengan sebutan smollymolie, kata tersebut ia ambil dari kata ‘small’, alasannya karena usahanya masih small business, jadi kata small ia ganti menjadi smolly, lalu ditambahkan ‘molie’ agar penyebutannya lebih lucu.

“kalau lagi libur sekolah biasanya ikut event bazar, seperti Batam Sunday Market 2 kali di mall K-Square, terus pernah juga di acara expo SMAN 3 Batam, dan market day di sekolah al-kaffah,” sebutnya.

Cila mengaku, memang menyukai membuat produk handcraft sejak kecil, hal tersebut membuatnya lebih mudah memahami saat belajar dari tutorial di YouTube, Tiktok, dan Pinterest. Ia juga memberitahu, setiap produk memiliki proses pembuatan yang berbeda-beda.

“Seperti gelang, itu ada gelang serut yang pakai tali dan gelang kait yang pakai rantai dan kawat,” jelasnya.

Secara garis besar, Cila menjelaskan, ia membutuhkan tali sebagai bahan dasar gelang, yang mana nantinya manik-manik akan dimasukkan ke tali tersebut. Sedangkan untuk bahan-bahan yang diperlukan ada tali giok, tali senar, manik-manik, stopper, jumpring, rantai, kodokan, kawat, paku 9, paku T, tang, pengait, korek api, dan gunting.

“Biasanya untuk sekali produksi 1 macam produk atau design yang sama, itu bisa dibuat 5 pcs,” ujarnya.

Cila memberitahu, untuk pemesanan biasanya ditunggu 1-2 hari pembuatan, jadi tidak selalu ready di hari itu juga, karena terkadang ada customer yang order custom.
Beberapa produk yang ia buat seperti, gelang, kalung, cincin, gantungan kunci, phonestrap, dan jepitan rambut.

“Untuk harga mulai dari 2rb untuk 1 cincin manik dan paling mahal ada di 65rb untuk 1 gelang manik stainless steel, dan produk paling best seller ada di gelang dan gantungan kunci,” sebut Cila.

Saat ini, Cila baru berjualan by online, lewat Instagram @smollymolie__, customer biasanya order melalui DM, dan nantinya produk akan dikirimkan menggunakan gojek. Sedangkan jika yang memesan teman sekolahnya, maka akan ia kasih saat di sekolah.

“Orderan paling banyak ada di 20 pcs 1 orang, saya juga sering dapat orderan custom,” ucapnya.

Awalnya, sewaktu memutuskan untuk berbisnis, Cila mengaku diberi modal pertama kali oleh orang tuanya, sebanyak 2 juta. Kemudian uang hasil penjualan ia putarkan, hingga berhasil mendapatkan omzet perbulannya sekitar 1 jutaan, sedangkan saat ada event bisa sampai 2-3 juta.

“Suka dukanya kalau lagi banyak orderan tapi tugas sekolah juga banyak, seneng iya, kesusahan juga iya, tapi Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa teratasi,” ujarnya sembari tertawa.

Di akhir Cila menyampaikan, usia tidak menghalangi seseorang untuk mulai berbisnis, menurutnya mulai aja dulu, dari teman-teman sekolah, karna kalau belum dicoba kita tidak akan tau apa yang akan terjadi, jadi jangan takut atau ragu sebelum mencoba.

“Harapannya semoga usaha ini bisa saya pertahankan sampai saya besar nanti, tetap banyak yang suka, dan kedepannya lebih sering buka stand di event-event,” ucapnya di akhir perbincangan. (*)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM