
SEPEKAN terakhir di Batam menjadi potret kota yang bergerak dalam banyak lapis peristiwa. Tragedi, musibah, suara warga, hingga agenda pemerintahan dan diplomasi internasional hadir bersamaan, menggambarkan dinamika Batam yang terus tumbuh.
Upaya pencarian seorang anak buah kapal (ABK) yang terjatuh dari Kapal Tamark 02 di Perairan Tanjung Pinggir menjadi perhatian sejak Sabtu (17/1). Setelah penyisiran intensif oleh tim SAR gabungan, korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu (18/1). Peristiwa ini kembali menegaskan kerasnya risiko kerja di sektor kelautan Batam.
Selanjutnya, libur Isra Mi’raj dimanfaatkan warga Batam untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga. Sejumlah destinasi pantai dan ruang publik tampak ramai, mencerminkan kebutuhan warga akan ruang rekreasi di tengah ritme kota industri.

2. DPRD kota Batam menggelar rapat paripurna, Rabu (21/1). Adapun agenda pada rapat tersebut adalah pembahasan ranperda Lembaga Adat Melayu Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
3. Ketua BAZNAS Kota Batam Habib Soleh bersama Sekda Kota Batam Firmansyah meresmikan Z-Corner di Kelurahan Tanjung Buntung, Bengkong, Jumat (23/1). Program ini menjadi upaya pemberdayaan UMKM mustahik agar naik kelas dan mandiri secara ekonomi. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
4. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar kios pusat kuliner di kawasan Mega Legenda, Selasa (20/1). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Keresahan warga mencuat dari Tanjungsengkuang. Dalam aksi unjuk rasa, warga menuntut perbaikan layanan air bersih yang kerap tidak mengalir dan dinilai tidak layak konsumsi. Aksi ini menjadi pengingat bahwa persoalan kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan rumah di Batam.
Musibah kebakaran melanda kawasan Mega Legenda. Api menghanguskan bangunan dan memicu kepanikan warga sekitar. Petugas pemadam kebakaran berjibaku mencegah api meluas ke bangunan lain. Meski tidak dilaporkan korban jiwa, kebakaran ini menimbulkan kerugian material.
DPRD Kota Batam menggelar rapat paripurna, Rabu (21/1), dengan agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam. Rapat ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran lembaga adat dalam menjaga nilai budaya dan kearifan lokal di tengah laju pembangunan kota.
Pemerintah Kota Batam terus membuka ruang kolaborasi internasional untuk memperkuat daya saing investasi. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kehormatan delegasi Kerajaan Negeri Selangor, Malaysia, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (22/1).
Rombongan dipimpin Setiausaha Kerajaan Negeri Selangor, Dato Ahmad Fadzli bin Ahmad Tajuddin, didampingi jajaran pejabat pemerintah negeri dan pihak berwenang setempat. Pertemuan ini mencerminkan upaya Batam memperluas jejaring kerja sama lintas negara.
Di tengah berbagai dinamika, kabar positif datang dari sektor sosial. BAZNAS Kota Batam meresmikan Z-Corner sebagai ruang pemberdayaan ekonomi umat. Program ini diharapkan mendorong kemandirian pelaku usaha kecil serta memperluas manfaat zakat secara produktif.
Kasus penganiayaan yang berakhir tragis terjadi di kawasan Legenda, Batam Kota. Seorang pria meninggal dunia setelah dianiaya pasangannya sendiri. Peristiwa ini menyita perhatian publik sepanjang pekan.
Proses Hukum Kecelakaan Kerja
Penanganan kasus kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard terus berlanjut. Kejaksaan Negeri Batam menerima berkas tahap I perkara tersebut, menandai berjalannya proses hukum atas tragedi yang menewaskan pekerja.
Dalam rentang 17-23 Januari 2026, Batam memperlihatkan wajah yang berlapis. Musibah, keresahan warga, agenda pemerintahan, hingga kerja sama internasional berjalan beriringan. Sepekan ini menjadi cermin Batam yang terus bertumbuh, sekaligus diuji untuk tetap hadir melayani dan melindungi warganya. (*)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM