Buka konten ini

LINGGA (BP) – Persoalan antara PT Hermina Jaya dan warga Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, hingga kini belum menemui titik terang. Warga menilai perusahaan ingkar janji terhadap kesepakatan yang telah disetujui bersama dan diperkuat dengan akta notaris.
Beberapa waktu lalu, warga Desa Marok Tua menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pemenuhan hak-hak masyarakat yang tertuang dalam perjanjian tersebut. Dalam aksi itu, perwakilan PT Hermina Jaya berjanji akan menemui langsung warga guna menyelesaikan tuntutan.
Namun, janji tersebut dinilai tidak ditepati. Pasalnya, pihak yang datang menemui warga justru perwakilan dari PT Samudera yang merupakan subkontraktor PT Hermina Jaya, bukan dari manajemen perusahaan utama.
Karena dinilai tidak konsisten, warga menolak kehadiran PT Samudera. Mereka menilai perusahaan tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan permasalahan yang terjadi.
“Kami tolak dan suruh kembali perwakilan PT Samudera yang datang ke desa kami. Kami anggap tidak ada kepentingan dan kaitannya dengan masalah kami dan PT Hermina Jaya,” ujar Safarudin, koordinator aksi warga, Jumat (23/1).
Merasa tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, Safarudin bersama sejumlah warga kemudian kembali mendatangi lokasi pencucian bauksit milik PT Hermina Jaya.
“Kami datangi kembali lokasi pencucian bauksit milik PT Hermina Jaya dan hari itu juga kami hentikan aktivitas mereka,” jelasnya.
Ia menegaskan, berdasarkan kesepakatan yang disaksikan Wakapolres Lingga dan Kapolsek Singkep Barat, PT Hermina Jaya wajib menyelesaikan kewajiban terhadap masyarakat sebelum kembali melakukan aktivitas.
“Jika mereka tetap beraktivitas tanpa menyelesaikan kewajiban kepada masyarakat, kami akan kembali datang dengan massa yang lebih besar dan langsung memagari lokasi tersebut,” tegas Safarudin.
Ia juga mengungkapkan adanya dua personel Brimob yang berjaga di lokasi pencucian bauksit tersebut selama berbulan-bulan.
“Yang jadi pertanyaan kami, kenapa harus ada Brimob yang ditempatkan untuk berjaga di lokasi itu,” tambahnya.
Kasat Intel Polres Lingga IPTU Doni Giatman saat dikonfirmasi terkait keberadaan personel Brimob di lokasi tersebut menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung ke pihak perusahaan.
“Sebaiknya langsung hubungi pihak perusahaan saja,” ujarnya singkat.
Sementara itu, pengurus PT Hermina Jaya, Ari, membenarkan adanya personel Brimob Polda Kepri yang berjaga di lokasi pencucian bauksit. “Iya ada. Mau nomor Brimobnya?” ujarnya.
Saat ditanyakan tujuan penugasan personel Brimob tersebut, Ari mengarahkan agar konfirmasi dilanjutkan kepada pihak bernama Afdal. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY