Buka konten ini

NONGSA (BP) – Personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim bergerak cepat menangani kebakaran yang terjadi di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kamis (22/1) malam. Kebakaran tersebut terjadi di area timur landasan pacu, sekitar 150 meter dari pagar perimeter bandara.
Lokasi kebakaran yang berada di zona keselamatan penerbangan dinilai berpotensi mengganggu operasional penerbangan serta membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar bandara apabila tidak segera ditangani.
Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, memimpin langsung upaya pemadaman api bersama personel gabungan. Meski medan menuju lokasi kebakaran tergolong sulit dijangkau, aparat gabungan yang terdiri atas personel Lanud Hang Nadim, Aviation Security (Avsec), serta petugas Pemadam Kebakaran (PK) Bandara berhasil bersinergi hingga api dapat dikendalikan.
Letkol Pnb Hendro Sukamdani mengatakan, kecepatan dan koordinasi lintas unsur menjadi kunci utama dalam penanganan kebakaran di kawasan KKOP. Sejumlah personel Lanud Hang Nadim dikerahkan dalam operasi tersebut.
“Wilayah KKOP merupakan area vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Setiap potensi gangguan harus ditangani secara cepat dan terukur,” ujarnya.
Ia menegaskan, Lanud Hang Nadim memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan keselamatan Bandara Internasional Hang Nadim, baik dari sisi operasional penerbangan maupun aspek pertahanan negara.
Berkat penanganan cepat tersebut, dampak kebakaran berhasil diminimalisasi sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim.
Bandara Internasional Hang Nadim merupakan salah satu bandara strategis di Indonesia. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 4.025 meter, menjadikannya bandara dengan runway terpanjang di Indonesia dan kedua terpanjang di Asia Tenggara.
Menurut Hendro, keberadaan Bandara Internasional Batam memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi komersial, tetapi juga dari aspek pertahanan dan keamanan nasional.
“Oleh karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama menjaga Bandara Internasional Batam dari berbagai ancaman, baik yang berpotensi mengganggu keamanan maupun kelancaran operasional penerbangan,” tegasnya. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO