Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pasien yang berobat di RSUD Muhammad Sani, Kabupaten Karimun, mengeluhkan ketersediaan obat yang diresepkan dokter dalam sebulan terakhir. Beberapa obat di farmasi rumah sakit kosong, sehingga pasien terpaksa membelinya di apotek luar tanpa bisa diklaim ke rumah sakit.
“Saya pasien BPJS datang dari pulau. Setelah berobat dan mendapat resep, obat yang dibutuhkan tidak tersedia di farmasi rumah sakit. Kami disarankan beli di apotek luar,” ujar seorang pasien yang enggan disebutkan namanya, Jumat (23/1).
Pasien mengaku keberatan, karena harus mengeluarkan biaya tambahan, apalagi bagi warga yang datang dari pulau lain. Biaya transportasi pun menambah beban. Selain itu, pembelian obat di apotek luar tidak dapat direimburse atau ditagih ke RSUD Muhammad Sani.
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr. Dedi Abrianto, membenarkan beberapa jenis obat kosong, antara lain Clopidogrel, Asetil Sistein, Riklona, Amlodipin, dan Pregabalin.
“Manajemen rumah sakit tidak ingin pasien membeli obat di luar, tapi stok obat sedang kosong.
Kami sudah mencoba membeli ke apotek lain dalam jumlah banyak, bahkan meminjam ke RS Bhakti Timah, tapi tetap tidak tersedia,” terang Dedi.
Menurutnya, persediaan obat yang disiapkan akhir tahun lalu semula diprediksi cukup hingga Februari. Namun, jumlah pasien yang datang melebihi perkiraan, sehingga stok habis lebih cepat.
Saat ini, RSUD Muhammad Sani sedang melakukan pengadaan obat-obatan dari luar Karimun, termasuk dari Batam, Pekanbaru, Jakarta, dan Bandung.
“Terkait klaim atau reimburse pasien yang membeli obat di luar, memang belum ada aturannya. Pengadaan obat sedang berproses, semoga dalam waktu dekat ketersediaan obat kembali normal,” pungkas Dedi. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY