Buka konten ini
LINGGA (BP) – Pesawat Smart Aviation yang memenangkan tender untuk melayani penerbangan perintis di UPBU Kelas III Dabo Singkep hingga kini belum dapat beroperasi.
Sebelumnya, penerbangan perdana dijadwalkan pada 12 Januari 2026. Namun hingga Jumat (23/1), belum ada satu pun penerbangan yang dilakukan, menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Beberapa warga bahkan sudah membeli tiket, namun dikembalikan karena jadwal penerbangan dibatalkan.
“Kemarin saya mau pulang dari Jambi menuju Dabo Singkep. Waktu mau beli tiketnya sudah habis terjual, tetapi teman saya yang sudah dapat tiket malah dikembalikan karena pesawat tidak jadi terbang,” ujar Fatur saat dikonfirmasi.
Laila, seorang mahasiswi asal Lingga yang kuliah di Pekanbaru, mengaku kesulitan mendapatkan tiket melalui aplikasi penjualan tiket.
“Padahal kemarin sudah ada jadwal penerbangan, tapi saat saya mau beli tiket pulang ke Dabo malah tidak tersedia. Terpaksa saya harus ke Batam dulu, baru menyeberang dengan kapal ke Dabo,” ungkapnya.
Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep, Indra Rokhman, membenarkan bahwa penerbangan Smart Aviation belum dapat beroperasi.
“Iya benar, untuk sementara penerbangan perintis di UPBU Kelas III Dabo Singkep masih belum bisa beroperasi,” jelas Indra.
Ia menambahkan, penyebab keterlambatan operasi Smart Aviation masih dalam proses penyelesaian, sementara pihak bandara belum bisa menjelaskan secara rinci karena Indra sedang berada di Jakarta untuk mengurus hal tersebut.
Meski demikian, Kepala Bandara Dabo Singkep memastikan penerbangan perintis tetap akan dilayani di UPBU Kelas III Dabo Singkep, meski maskapai yang akan melayani rute tersebut masih menunggu konfirmasi.
Masyarakat berharap agar pesawat perintis dapat segera beroperasi, terutama bagi mahasiswa asal Lingga yang ingin pulang ke kampung halaman untuk liburan. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY