Buka konten ini

BOGOR (BP) – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memperingati hari ulang tahunnya yang ke-79 di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1). Meski hujan mengguyur kawasan Jabodetabek, suasana perayaan tetap berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Di bawah tenda-tenda putih yang menaungi area acara, nuansa kekhidmatan berpadu dengan kegembiraan. Momen ini menjadi ajang silaturahmi keluarga besar Bung Karno.
Megawati hadir bersama anak-anaknya, yakni Mohamad Rizki Pratama, Muhammad Prananda Prabowo yang didampingi sang istri Nancy Prananda, serta Puan Maharani yang datang bersama suaminya, Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro).
Kehadiran cucu Megawati, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani, yang juga anggota DPR RI, semakin menambah suasana kekeluargaan. Turut hadir kakak tertua Megawati, Mohammad Guntur Soekarnoputra, bersama putrinya Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari (Puti Guntur Soekarno), serta kerabat lainnya seperti Romy Soekarno.
Soliditas internal PDI Perjuangan tampak dari kehadiran jajaran elite partai. Megawati duduk satu meja dengan Sekjen Hasto Kristiyanto. Sejumlah pengurus DPP PDIP terlihat menghadiri acara, di antaranya Bendahara Umum Olly Dondokambey, Wakil Bendahara Umum Rudianto Tjen dan Yuke Yurike, serta para Ketua DPP seperti Ahmad Basarah, Eriko Sotarduga, Charles Honoris, dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga).
Nama-nama lain seperti Djarot Saiful Hidayat, Andreas Hugo Pareira, Wiryanti Sukamdani, Deddy Yevri Sitorus, hingga Ketua Bidang Hukum Ronny Talapessy juga tampak berbaur. Ganjar Pranowo turut hadir dalam perayaan tersebut. Sejumlah sahabat pers senior Megawati, seperti Widiarsi Agustina dan Kristin Samah, juga terlihat berbincang akrab di meja utama.
Suasana semakin hangat saat band mengalunkan lagu-lagu favorit Megawati. Acara mencapai puncaknya dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Sajian yang dihidangkan bernuansa kerakyatan, mulai dari nasi soto, aneka lauk Nusantara, hingga rebusan yang menjadi kegemaran Megawati.
Potongan tumpeng diberikan kepada Guntur Soekarno. Setelah itu, Guntur mengajak Megawati bernyanyi. Megawati pun menyumbangkan suara dengan membawakan lagu “Cinta Hampa” serta lagu legendaris Frank Sinatra, “My Way”. Para tamu ikut bersenandung, menciptakan suasana harmonis di tengah rintik hujan.
Tak hanya bernyanyi, Guntur juga mengajak Megawati menari. Aksi keduanya mengundang para undangan lain untuk ikut bergoyang mengikuti irama lagu.
Di sela-sela perayaan, Megawati tetap menaruh perhatian pada kondisi alam. Menyikapi meningkatnya status Bendungan Katulampa dan laporan banjir di sejumlah wilayah Jakarta seperti Kelapa Gading, ia memberikan arahan khusus kepada kader yang menjabat di posisi eksekutif.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia di tengah cuaca ekstrem, sejalan dengan semangat partai untuk terus “Merawat Pertiwi”. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO